Museum Rumah Bosscha Pangalengan (Rumah Peninggalan Sang Raja Teh yang Sering Dipakai Shooting Film)

Museum Rumah Bosscha Pangalengan

Apa yang terlintas pertama kali kala mendengar zaman penjajahan Belanda? Pasti yang terlintas oleh kebanyakan orang adalah kejamnya bangsa Belanda yang saat itu mempekerjakan rakyat Indonesia dengan paksa dan apabila melawan akan dibunuh. Tapi apakah kamu tahu, tak semua orang Belanda yang saat itu datang ke Hindia Belanda (Indonesia sebelum merdeka) adalah orang jahat. Ternyata banyak dari mereka yang memiliki hati baik dan hanya untuk berdagang. Salah satunya adalah Bosscha.

Bosscha atau yang memiliki nama lengkap Karel Albert Rudolf Bosscha ini lahir di Den Haag, Belanda pada tahun 1865. Pria Belanda keturunan Jerman ini sangat mencintai Hindia Belanda ketimbang negeri Belanda dimana ia dilahirkan. Ia pun meminta agar dimakamkan di Hindia Belanda. Bosscha pun akhirnya meninggal pada tanggal 26 November 1928 pada usia 63 tahun dan dimakamkan di Malabar Pangalengan.

Berbeda dengan orang Belanda lainnya yang pernah menetap dan menginjakkan kaki di Priangan, Bosscha menjadi satu-satunya orang Belanda yang hingga saat ini namanya masih diabadikan menjadi nama jalan di kota Bandung. Hal itu karena dedikasinya yang tinggi bagi bangsa ini khususnya terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu. Salah satu karya monumentalnya selain membangun Perkebunan Teh Malabar adalah ia berhasil membangun Peneropongan Bintang Bosscha yang ada di Lembang, hal itu karena ia merupakan seorang pemerhati ilmu astronomi.

Meskipun Bosscha berhasil membangun peneropongan bintang yang ada di Lembang dan sangat terkenal hingga kini, tak banyak yang mengetahui bahwa Bosscha memiliki rumah yang jauh dari Lembang yaitu di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rumah tersebut masih utuh berdiri dengan kokoh, kini rumah tersebut telah berubah fungsi menjadi sebuah museum yang diberi nama Museum Rumah Bosscha.

 

Rumah Peninggalan Sang Raja Teh yang Sering Dipakai Shooting Film

Karya terbesar yang pernah Bosscha buat adalah membangun Perkebunan Teh Malabar, perkebunan teh yang luas itu ia mulai bangun pada bulan Agustus 1896. Pada tahun-tahun setelahnya ia berhasil menguasai perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan. Sejak saat itu ia pun seolah memiliki gelar baru yaitu sebagai “Raja Teh Priangan”.

Selama 32 tahun ia berhasil mengelola Perkebunan Teh Malabar, Bosscha berhasil mendirikan dua pabrik teh, yaitu Pabrik Teh Malabar yang saat ini berubah fungsi menjadi Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan yang kedua adalah Pabrik Teh Tanara yang kini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar.

Selama memimpin Perkebunan Teh Malabar yang luas, ia tinggal dirumah yang masih berada di kawasan Perkebunan Teh Malabar. Rumah Bosscha memiliki gaya arsitektur Eropa klasik yang dipadukan dengan nuansa tradisional dan iklim Hindia Belanda yang tropis. Hal itu ditandai oleh bentuk atapnya yang berbentuk segitiga dan mengadaptasi dari atap rumah tradisional. Selain itu rumah ini dilengkapi oleh cerobong asap yang menjulang dengan pilar berbentuk persegi. Cerobong perapian itu berfungsi sebagai penghangat kala malam hari yang hingga kini Pangalengan masih terkenal dengan cuacanya yang sangat dingin.

Rumah unik milik Bosscha ini memiliki kaca yang dipasang pada hampir seluruh area dinding rumah, seolah membuat cahaya bebas masuk untuk menghangatkan isi rumah. Saat masuk ke dalam rumah yang kini telah menjadi museum ini, kamu akan menemukan banyak sekali barang-barang antik yang memiliki nilai historis dan harga yang tinggi. Hampir semua barang-barang yang ada di Rumah Bosscha ini adalah barang otentik yang masih terjaga hingga kini seperti kursi dan meja, hiasan dinding, lukisan, hingga piano tua yang langka.

Karena uniknya bentuk bangunan dari Rumah Bosscha ini serta perabotan yang ada didalamnya, membuat rumah ini menjadi incaran para pembuat film sinetron, FTV, hingga layar lebar. Yang paling terkenal adalah film layar lebar berjudul Heart yang dibuat pada tahun 2006 dan dibintangi oleh Irwansyah, Nirina Zubir dan Acha Septriasa pun pernah melakukan proses shooting filmnya ditempat ini. Bahkan hingga kini rumah milik Bosscha ini terus mendapat tawaran untuk proses shooting baik itu produksi film dalam maupun luar negeri.

 

Fasilitas Museum Rumah Bosscha Pangalengan

Secara fasilitas, Museum Rumah Bosscha ini sudah memiliki fasilitas yang lumayan lengkap, diantaranya adalah adanya tempat parkir untuk kendaraan, mushola, hingga toilet yang bisa digunakan oleh para pengunjung museum. Dan tak hanya itu saja, di area Museum Rumah Bosscha ini juga telah dibangun beberapa villa permanen dan kayu yang bisa disewa secara bebas oleh para pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan kesejukan suasana di Perkebunan Teh Malabar.

Harga Tiket Masuk Museum Rumah Bosscha Pangalengan

Tak perlu merogoh dompet terlalu dalam untuk bisa menikmati suguhan sejarah yang menyelimuti Rumah Bosscha ini. Berikut adalah rincian tiket masuk Museum Rumah Bosscha:

Tiket masuk : Rp. 5.000/orang

Parkir motor : Rp. 2.000/motor

Parkir mobil : Rp. 5.000/mobil

Lokasi/Alamat Museum Rumah Bosscha Pangalengan

Museum Rumah Bosscha ini berlokasi di Perkebunan Teh Malabar, Banjarsari, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40378.

Rute Menuju Museum Rumah Bosscha Pangalengan

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Rumah Bosscha yang berada tepat ditengah Perkebunan Teh Malabar ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi Museum Rumah Bosscha yang merupakan bekas kediaman dari Sang Raja Teh Priangan ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

2 respons untuk ‘Museum Rumah Bosscha Pangalengan (Rumah Peninggalan Sang Raja Teh yang Sering Dipakai Shooting Film)

Add yours

Tinggalkan Balasan ke James Y. Wijono Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: