Curug Jompong (Monumen Alam dengan Geomorfologi yang Megah)

Curug Jompong

Martinus Antonius Weselinus Brouwer atau yang lebih dikenal dengan M.A.W. Brouwer pernah berkata bahwa “bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”. Hal itu ia katakana setelah melihat keindahan dari tanah Pasundan yang begitu indah, berbaris gunung-gunung hijau dan tersebar beberapa keindahan objek wisata alam yang mengagumkan.

Apabila kita hidup 100 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1920-an saat Bandung masih sebatas sebuah desa kecil, pasti kita akan menjumpai suasana Bandung yang asri, sejuk, banyak pepohonan hijau, tak ada polusi dan sungai-sungai mengalirkan airnya yang jernih. Mungkin hal itulah yang membuat M.A.W. Brouwer berkata demikian.

Salah satu tempat wisata alam yang dahulu terkenal sangat indah adalah Curug Jompong yang ada di kawasan Nanjung. Sampai-sampai keindahan dari tempat ini sempat tertulis pada sebuah buku berjudul “Gids van Bandoeng en Midden – Priangan” atau yang apabila dialih bahasakan menjadi bahasa Indonesia akan menjadi “Panduan Mengenali Bandung dan Priangan Tengah”, buku berbahasa Belanda tersebut merupakan karangan Reitsma dan Hoogland dan diterbitkan oleh penerbit Vorkink. Tak tanggung-tanggung, Reitsma dan Hoogland menyebut jalur menuju Curug Jompong adalah salah satu jalur paling indah di Pulau Jawa.

Namun sayang beribu sayang, keindahan dari Curug Jompong kini sudah semakin sirna karena aliran Sungai Citarum yang ada telah terkontaminasi oleh limbah dan sampah, selain itu jalur menuju Curug Jompong pun sudah padat oleh pemukiman penduduk dan seakan menghimpit Curug Jompong.

Monumen Alam dengan Geomorfologi yang Megah

Meskipun Curug Jompong telah terkontaminasi oleh limbah, namun kemegahan dari Curug Jompong ini masih tersisa hingga kini. Tak sedikit dari pelaku sejarah dan geografer/geograf yang melakukan studi dan meneliti Curug Jompong ini. Curug Jompong pada awal abad ke-20 atau tepatnya pada tahun 1930-an pernah dijadikan sebagai tempat wisata oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu karena keindahannya. Selain indah, Curug Jompong yang merupakan salah satu segmen hilir Sungai Citarum ini juga merupakan sebuah situs geologis purba. Dikatakan bahwa batuan dari Curug Jompong ini terbentuk pada masa Pliosen atau berumur sekitar lebih dari 4 juta tahun yang lalu.

Karena unik dan tuanya bebatuan yang ada di Curug Jompong ini, banyak yang menyebut bahwa Curug Jompong merupakan sebuah monumen alam yang terbentuk secara alami dari sisa rangkaian gunung api purba berbahan batuan terobosan (intrusif) dasit, andesit, dan basalt. Disebutkan pula bahwa pada 16.000 tahun yang lalu, lokasi dari Curug Jompong dianggap sebagai tempat bobolnya air dari Situ Hiang. Situ Hiang sendiri merupakan sebuah danau raksasa purba yang terbentuk melalui proses alam beribu-ribu tahun, dan karena alam pulalah dasar danau itu kemudian mengering dengan sendirinya hingga bisa ditinggali seperti sekarang ini.

Banyak yang tak tahu mengapa tempat ini dinamai sebagai Curug Jompong. Curug Jompong berasal dari dua kata yang diambil dari bahasa Sunda, “curug” yang berarti air terjun, sedangkan “jompong” memiliki arti mojang atau remaja putri. Kerasnya bebatuan yang ada di Curug Jompong merupakan dikiaskan menjadi seorang remaja putri yang dengan gigih menjaga keperawanannya. Curug Jompong pun diibaratkan sebagai selaput dara dari bagian Danau Bandung Purba. Sama seperti seorang gadis yang hilang keperawanannya setelah menikah, Curug Jompong juga dipercaya sebagai tempat terjadi bobolnya Danau Bandung Purba tersebut. Air yang berada di Danau Bandung Purba itu mengalir sedikit demi sedikit melalui Curug Jompong ini dan kemudian mengering menjadi kota Bandung seperti sekarang ini.

Fasilitas Curug Jompong

Meskipun sudah sejak zaman Hindia Belanda Curug Jompong dijadikan sebagai tempat wisata alam dan menjadi situs sejarah versi alam, hingga kini belum menjadikan Curug Jompong ini sebagai wisata alam yang dikelola secara legal dan terstruktur baik itu oleh pemerintah maupun masyarakat. Karena hal itu pula belum ada fasilitas umum yang bisa digunakan oleh pengunjung ditempat ini.

Harga Tiket Masuk Curug Jompong

Karena Curug Jompong ini belum dikelola secara resmi baik itu pemerintah maupun masyarakat, maka belum ada tiket masuk yang dibebankan kepada para pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Curug Jompong

Curug Jompong ini berlokasi di Jl. Nanjung, Lagadar, Kec. Margaasih, Kab. Bandung, Jawa Barat 40217.

Rute Menuju Curug Jompong

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Curug Jompong yang berada di kawasan Nanjung ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi dan explore ke Curug Jompong yang bersejarah dan merupakan monumen alam ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: