Radio Nirom Cililin (Alat Komunikasi Pertama dan Tertua di Hindia Belanda)

Radio Nirom Cililin

Pada era digital saat ini, internet merupakan kebutuhan komunikasi yang utama. Dengan jaringan internet kita mampu berkomunikasi seperti menelepon, maupun videocall yang bisa melihat wajah orang yang kita telpon secara jarak jauh meskipun berbeda benua sekali pun. Pernahkah kamu berpikir bagaimana keadaan komunikasi khususnya di Indonesia saat masa penjajahan kolonialisme dulu? Rupanya jaringan teleponlah yang paling utama saat itu. Dan salah satu bangunan jaringan telepon pertama yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda berada di Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut catatan yang ada, bangunan radio komunikasi pertama milik pemerintah Hindia Belanda yang berada di Cililin itu dibangun atas prakarsa seorang Belanda bernama Ir. Raymond Sircke Hessilken. Pembangunan gedung radio itu diawali dengan pembebasan lahan seluas 17 hektare yang dilakukan pada tahun 1908-1916. Tuan Raymond yang berhasil membangun gedung radio bagi Hindia Belanda saat itu lantas membuatnya sohor, hingga masyarakat pun mengenalnya. Karena namanya yang sulit dilafalkan oleh orang Sunda, maka masyarakat sekitar khususnya Cililin menyebutnya sebagai tuan Barenyon.

Gedung radio dan sekaligus sebagai alat komunikasi itu bernama Gedung Telepoonken. Gedung radio ini memiliki luas sekitar 18 x 12 meter dengan tinggi bangunan sekitar 9 meter. Dalam masa pembangunannya Raymond berhasil mendirikan 5 buah bangunan, tiga dari bangunan itu kini menjadi bagian dari SMA Negeri 1 Cililin. Sedangkan dua bangunan lainnya berupa kantor radio dan gudang pembangkit listrik yang dibangun secara terpisah keadaannya sudah tak terawat dan sangat memprihatinkan.

 

Alat Komunikasi Pertama dan Tertua di Hindia Belanda

Pada awal pembangunannya tahun 1916, gedung radio bernama Telepoonken ini dimaksudkan sebagai komunikasi penghubung antara pihak pemerintah Hindia Belanda kepada seluruh sekutu Belanda pada masa perang dunia pertama. Hingga perang dunia pertama berakhir, kantor radio ini mengalami kebangkrutan karena memakan biaya yang sangat tinggi. Hal itu diperparah oleh daya pemancar dari radio ini kurang jauh karena letaknya yang berada di lembah.

Guna mengatasi masalah yang berhubungan dengan daya jangkau sinyal radio, pada tahun 1918 Raymond memutuskan untuk memperluas area kawasan radio sebanyak 10 hektare dengan membangun pemancar radio yang baru dan dipasang di puncak tanah pasir yang berlokasi di tepi barat kantor Telepoonken. Dengan adanya pemancar baru ini, Telepoonken berhasil melakukan hubungan komunikasi hingga benua Amerika dan Eropa Barat. Tak tanggung-tanggung perluasan area Telepoonken ini menghabiskan dana sekitar f 2.200 atau yang saat ini setara dengan miliaran rupiah.

Pada tahun 1923, Gedung Telepoonken Cililin kembali membangun bangunan pendukung dan gedung bawah tanah guna mengatur arus listrik. Setelahnya pada tahun 1924, Telepoonken berubah nama menjadi Nederlandsch Indisch Radio Omroep Maatschappij atau yang disingkat menjadi Radio NIROM. Fungsi utama dari Radio Nirom kala itu adalah sebagai radio komunikasi tanah jajahan Belanda di seluruh dunia.

Kejayaan dari Radio Nirom yang dibangun oleh Raymond ternyata tak berlangsung lama, meskipun memiliki peralatan yang canggih pada zamannya tak menjadikan semakin maju tapi malah kembali bangkrut. Akhirnya sebagian peralatan dan sarana pemancar radio dipindahkan ke Rancaekek dan Dayeuhkolot.

Setelah peralatan yang ada dipindahkan, otomatis Gedung Radio Nirom yang ada di Cililin menjadi tak berfungsi sama sekali. Kemudian Radio Nirom mulai beroperasi di kawasan Gunung Puntang yang berada di kaki Gunung Malabar yang kini masuk ke wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung.

Setelah tak digunakan sebagai radio, Gedung Radio Nirom sempat beralih fungsi beberapa kali. Pada tahun 1937 gedung ini dikuasai oleh Dinas Kehutanan dengan sebelumnya mendapat izin dari Departemen Agraria. Bangunan utama gedung ini digunakan oleh Bosch Wesen dan bangunan lainnya digunakan oleh Waker. Namun pada tahun 1944 tanah dan bangunan ini dibiarkan terlantar begitu saja.

Pasca kemerdekaan setelah seluruh aset milik pemerintah Hindia Belanda otomatis menjadi milik pemerintah Indonesia, begitu pun dengan gedung radio ini yang sempat menjadi markas Badan Keamanan Rakyat atau yang disingkat BKR dan juga menjadi markas TNI Kewedanaan Cililin pada periode tahun 1945-1949.

Pada tahun 1950-1973 gedung radio ini kembali berpindah-pindah tangan, pada masa ini digunakan sebagai maskas Batalyon Yon 22 Jaya Pangrengot dan Yon 327 Divisi Siliwangi. Namun pada tahun 1973 Pangdam IV/Siliwangi menyerahkan kembali gedung ini kepada pemiliknya yaitu Perum Telekomunikasi Daerah 8 Bandung.

Masih pada tahun 1973, seluruh tanah dan bangunan ini diserahkan ke masyarakat yang saat itu diterima oleh Bupati Bandung, Lily Sumantri. Saat itu Bupati menyerahkan kembali ke Departemen P dan K Provinsi Jawa Barat.

Sebelum menjadi terbengkalai hingga kini, pada tahun 1981 Bupati Bandung meminta kepada Perum Telekomunikasi agar sebagian tanah sisa gedung radio ini dijadikan sekolah yang kini menjadi SMA 1 Cililin.

 

Fasilitas Radio Nirom Cililin

Karena Gedung Radio Nirom Cililin ini bukanlah sebuah museum yang kini dikuasai oleh PT. Telkom, maka tidak tersedia fasilitas apa pun untuk para pengunjungnya. Kamu bisa melihat sisa kemegahan Radio Nirom dari luar maupun dari dalam gedung yang kini dijadikan sebagai lahan parkir kendaraan oleh warga sekitar.

Harga Tiket Masuk Radio Nirom Cililin

Karena Gedung Radio Nirom ini bukanlah sebuah museum atau tempat wisata sejarah, maka belum ada tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Radio Nirom Cililin

Gedung Radio Nirom Cililin ini berlokasi di Jl. Radio, Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat 40562.

Rute Menuju Radio Nirom Cililin

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Radio Nirom Cililin ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi dan sekaligus berwisata sejarah ke Radio Nirom Cililin?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: