Gua Jepang Gunung Sadu (Saksi Bisu Saat Jepang Menginvasi Bandung Selatan)

Gua Jepang Gunung Sadu

Catatan sejarah menyebutkan bahwa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 3,5 abad lamanya. Setelah itu masuklah Jepang yang mencoba untuk masuk dan menginvasi, ia pun berhasil menduduki Indonesia selama 3,5 tahun. Meskipun relatif singkat pendudukan Jepang di Indonesia, namun kesengsaraan yang dialami oleh negeri ini sangat menyisakan pengalaman yang pahit. Bukti dari pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesia banyak tersebar di seantero Indonesia, salah satunya berada di Soreang, Kabupaten Bandung. Di lokasi ini tepatnya di kaki Gunung Sadu terdapat beberapa lubang gua yang sengaja dibuat oleh militer Jepang.

Gunung Sadu merupakan gunung berukuran kecil yang berlokasi di Desa Karamat Mulya, Kecamatan Soreang. Gunung ini berada pada ketinggian sekitar 735 meter diatas permukaan laut (mdpl) dengan suhu harian rata-rata berkisar pada suhu 22 – 30 derajat celcius. Karena kawasan Sadu dan Soreang ini memiliki cuaca yang relatif sejuk, maka dari itu sejak dulu kawasan ini telah dijadikan kawasan perkebunan yang memiliki komoditas utama seperti padi, buah-buahan dan sayuran.

Suburnya tanah di area Bandung Selatan ini pernah dieksploitasi secara besar-besaran oleh pihak Belanda saat masa preangerstelsel pada abad ke-19. Yang semula hanya ditanami padi, sayuran dan buah-buahan turut diperluas menjadi perkebunan kina, teh, kopi dan cengkeh. Karena pentingnya jalur ini, banyak yang menyebut jalur ini sebagai “jalur sutera” dari Priangan. Hal itu pulalah yang melatarbelakangi pembangunan jalur perkeretaapian di kawasan Bandung Selatan yang membentang dari Ciwidey hingga Cikudapateuh Bandung. Hal itu adalah semata-mata guna mempercepat distribusi hasil perkebunan tersebut menuju kota Bandung dan khususnya Batavia.

Saksi Bisu Saat Jepang Menginvasi Bandung Selatan

Setelah kekuasaan Belanda digantikan pendudukan Jepang otomatis jalur perdagangan dan perkebuann di Bandung Selatan ikut direbut oleh Jepang. Pada masa itu pula Jepang membuat beberapa gua di sepanjang jalur kereta api Ciwidey – Cikudapateuh yang berlokasi di kaki Gunung Sadu. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa gua yang ada di kaki Gunung Sadu ini memiliki jumlah yang banyak dan konon dipercaya lebih besar dan lebih luas dari Gua Jepang yang ada di Taman Hutan Raya Dago saat ini.

Menurut catatan yang ada, terdapat beberapa alasan mengapa pihak Jepang membangun gua di kaki Gunung Sadu. Apabila gua ini dibuat sebagai tempat berlindung, kenapa ia tidak membuat bangunan permanen sebagai tempat tinggal? Atau kenapa ia bukan membuat benteng pertahanan yang lebih kokoh?. Hal itu Jepang lakukan dalam membuat gua ini adalah semata-mata sebagai sarana pengintai musuh. Letaknya yang berada di kaki gunung dan dari lokasi ini pula bisa terlihat kawasan kota Soreang dari ketinggian apabila sewaktu-waktu terlihat pesawat musuh yang datang.

Alasan lainnya dari pihak Jepang membangun gua ini adalah karena jalur ini merupakan jalur yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan pokok, maka dari itu pula pihak Jepang saat itu berpikir untuk menguasai jalur distribusi perkebunan khususnya jalur perkeretaapian di kawasan Bandung Selatan.

Berbeda dengan Gua Jepang yang ada di Tahura Dago, Gua Jepang Gunung Sadu ini memiliki jumlah yang lebih banyak, konon ada lebih dari 7 lubang gua. Namun sayang keberadaan Gua Jepang Gunung Sadu ini hanya menyisakan 3 buah mulut gua. Dari segi bentuknya, Gua Jepang Gunung Sadu ini memiliki lebar dan tinggi sekitar 3-4 meter. Kontur dan tekstur dari Gunung Sadu ini juga memiliki tanah yang gembur dan mudah sekali terjadi longsor apabila hujan deras datang.

Fasilitas Gua Jepang Gunung Sadu

Meskipun sudah dikelola oleh Dias Pariwisata Kabupaten Bandung, Gua Jepang Gunung Sadu ini masih belum dilengkapi oleh fasilitas umum. Pernah di area ini dibangun sebuah taman yang lengkap dengan tempat duduk, namun hal itu tak berlangsung lama karena tidak adanya perawatan terhadap situs sejarah ini. Bahkan keberadaan Gua Jepang Gunung Sadu ini semakin mengkhawatirkan karena kini dipakai sebagai tempat pembuangan sampah dan semakin tertutup oleh tanah serta tanaman liar.

Harga Tiket Masuk Gua Jepang Gunung Sadu

Untuk dapat mengunjungi Gua Jepang Gunung Sadu, kamu tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.

Keterangan : Perubahan harga tiket Gua Jepang Gunung Sadu ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Lokasi/Alamat Gua Jepang Gunung Sadu

Secara administratif, Gua Jepang Gunung Sadu ini berlokasi di Desa Karamat Mulya, Kec. Soreang, Kab. Bandung, Jawa Barat 40911.

Rute Menuju Gua Jepang Gunung Sadu

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Gua Jepang Gunung Sadu yang berada tak jauh dengan pusat kota Soreang ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi dan berwisata sejarah ke Gua Jepang Gunung Sadu ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: