Stasiun Radio Rancaekek (Maskapai Radio Penyiaran Hindia Belanda Saat Rancaekek Masih Sebuah Rawa dan Sawah)

Stasiun Radio Rancaekek

Apa yang terlintas ketika mendengar kata Rancaekek? Pasti sebagian orang akan berkata “banjir”. Ya memang betul jika Rancaekek saat ini terkenal sebagai daerah yang langganan banjir dan macet. Menelisik dari sejarahnya, dahulu Rancaekek ini merupakan sebuah kawasan yang dipenuhi oleh rawa dan area persawahan. Jadi wajar saja apabila air selalu datang ketika hujan deras untuk kembali pulang ke “rumah” lamanya.

Bukti lain bahwa Rancaekek dulunya adalah sebuah rawa bisa terlihat dari asal usul namanya, Rancaekek dibangun atas dua suku kata, yaitu Ranca yang berarti rawa, sedangkan Ekek berasal dari nama seekor burung yang sejak dulu menjadi spesies burung endemic di kawasan tersebut yaitu burung Ekek, atau nama latinnya adalah Javan Green Magpie.

Selain memiliki asal usul nama yang unik, Rancaekek yang kini masuk kedalam wilayah Kabupaten Bandung ini ternyata juga menyimpan kisah sejarah peninggalan masa kolonialisme Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh, yaitu sebuah bekas peninggalan radio pemancar yang kala itu digunakan sebagai sarana komunikasi pemerintah Hindia Belanda.

Menurut catatan sejarah yang ada, Stasiun Rancaekek ini sebenarnya telah ada dan dibangun sekitar tahun 1880-an yang pada saat itu dimaksudkan sebagai pemancar radio. Selain digunakan sebagai sarana komunikasi pemerintahan, pemancar ini juga digunakan sebagai akses komunikasi dalam dunia pertanian, karena dahulu di sekitar kawasan Rancaekek tepatnya di daerah Tanjungsari, Cikeruh dan Cikuda banyak terdapat area perkebunan karet. Sehingga keberadaan dari Stasiun Rancaekek ini menjadi sangat penting guna mempermudah distribusi hasil kebun karet saat itu.

Maskapai Radio Penyiaran Hindia Belanda Saat Rancaekek Masih Sebuah Rawa dan Sawah

Beberapa dekade setelah pembangunan dari gedung Stasiun Rancaekek, gedung yang dibangun pada ketinggian 668 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini kemudian berubah fungsi menjadi stasiun radio NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappij) yang saat itu mulai beroperasi pada awal tahun 1920-an.

Radio NIROM atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Maskapai Radio Penyiaran Hindia Belanda ini mulanya digunakan sebagai penerima siaran dari Stasiun Pemancar di daerah Dayeuhkolot dan Stasiun Malabar. Menurut catatan sejarah yang ada, Stasiun Rancaekek ini bukanlah stasiun radio pertama, namun merupakan pindahan dari Stasiun Radio Cililin, yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Diawali sekitar tahun 1908-1916 oleh seorang pria Belanda bernama Raymond Sircke Hessilken yang saat itu memprakarsai dalam pembangunan kantor radio bernama Telepoonken seluas 17 hektare di kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Namun ternyata setelah stasiun radio di Cililin tersebut berhasil dibangun, stasiun radio tersebut sering mengalami gangguan teknis, sehingga siarannya menjadi terganggu. Hal itu karena letak topografinya yang berada di area lembah.

Setelahnya pada tahun 1918, dalam mengatasi masalah gangguan siaran tersebut Raymond memperluas area gedung tersebut dengan menambah area seluas 10 hektare, khususnya pada dataran yang paling tinggi dipasang sebuah antena pemancar radio guna memperkuat sinyal radio. Dan ternyata hal tersebut membuahkan hasil sehingga siaran radio dari Cililin ini berhasil ditangkap sampai ke Eropa dan Amerika. Melalui siaran inilah pemerintah Hindia Belanda berkomunikasi dengan pemerintahan pusat dan kerajaan di Belanda.

Pada tahun 1924, Gedung Telepoonken Cililin kemudian berubah nama menjadi Radio NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappij). Namun ternyata keberhasilan dari Radio Nirom Cililin ini tak berlangsung lama karena lagi-lagi sering mengalami hambatan dan terputusnya siaran. Maka dari itu pemerintah Hindia Belanda memindahkan peralatan yang ada disana ke Stasiun Rancaekek dan Dayeuhkolot pada tahun 1920-an, yang kemudian dikenal sebagai Radio Nirom Rancaekek hingga akhir tahun 1928.

Fasilitas Stasiun Radio Rancaekek

Karena Gedung Stasiun Radio Rancaekek ini bukanlah sebuah museum dan kini dikuasai oleh PT. Telkom serta tak dibuka untuk umum, maka tidak tersedia fasilitas apa pun untuk para pengunjungnya. Namun, jika kamu ingin mengunjungi tempat ini bisa melihat keindahan gedung dan sisa sejarahnya dari luar bangunan.

Harga Tiket Masuk Stasiun Radio Rancaekek

Karena Gedung Stasiun Radio Rancaekek ini bukanlah sebuah museum atau tempat wisata sejarah, maka belum ada tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Stasiun Radio Rancaekek

Secara administratif, Gedung Stasiun Radio Rancaekek ini berlokasi di Jl. Raya Majalaya – Rancaekek No. 376-380, Rancaekek Wetan, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Jawa Barat 40394.

Rute Menuju Stasiun Radio Rancaekek

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Gedung Stasiun Radio Rancaekek ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi dan berfoto di Gedung Stasiun Radio Rancaekek yang penuh sejarah ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful travelinsg!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: