Bale Soeriapoetra Soreang (Bekas Kediaman Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra, Bupati Bandung yang ke-13)

Bale Soeriapoetra Soreang

Apa yang terlintas apabila pertama kali mendengar kata Soreang? Pasti sebagian besar responden menjawab “Ibukota Kabupaten Bandung”. Ya, memang betul Soreang saat ini masih menjabat sebagai ibukota Kabupaten Bandung. Di kota ini pulalah terdapat gedung pemerintahan dari Bupati beserta perangkat pemerintahannya. Menjadi sebuah kota yang penting di pusat kabupaten, kota Soreang juga menyimpan jejak sejarah masa lalu yang masih tersisa dan bisa terlihat hingga kini. Salah satunya adalah kediaman dari Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra, yaitu Bupati Bandung yang ke-13 dan menjabat sejak tanggal 5 Juni 1945 hingga tahun 1947 yang saat itu menggantikan Dalem R.A.A. Martanegara.

Bupati Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra atau yang lebih dikenal sebagai Dalem Endoeng ini merupakan keturunan langsung dari Dalem Bandung. Terlahir dari seorang ibu yang termasuk keturunan Dalem Gajah Bandung dan seorang ayah yang masih keturunan dari Bupati Sumedang. Sebelum menjabat sebagai Bupati Bandung, Dalem Endoeng yang merupakan lulusan dari Bestuur School ini sempat menjabat sebagai Bupati Garut.

Kediaman dari Raden Tumenggung Endoeng ini masih sangat terawat dan tak dirubah sejak dulu. Lokasinya yang berada ditengah-tengah pusat kota Soreang dan dekat dengan Balai Kota Soreang membuatnya sangat strategis, dan hal itu pula agar Bupati Endoeng dengan cepat dalam mengambil tindakan yang berhubungan dengan pemerintahan kabupaten.

Bekas Kediaman Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra, Bupati Bandung yang ke-13

Kediaman dari Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra sampai saat ini masih difungsikan sebagai rumah tinggal dan ditempati oleh keturunan langsung dan sekaligus cucu dari Raden Endoeng sendiri. Rumah bekas kediaman Raden Endoeng saat ini bernama Bale Soeriapoetra. Ada ciri khas yang unik apabila dibandingkan dengan rumah zaman sekarang, yaitu bentuknya yang masih berdesain rumah panggung, yaitu rumah adat khas dari suku Sunda. Berbeda dengan rumah zaman sekarang yang memiliki dinding tebal berbahan batu bata dan semen, Bale Soeriapoetra ini masih berdinding bilik bambu, berlantai kayu dan memiliki rongga yang tak langsung menyentuh tanah. Biasanya rongga tersebut digunakan sebagai kandang ayam.

Selain menyimpan nilai seni yang tinggi karena telah berusia tua, kediaman dari Dalem Endoeng ini juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Soreang dalam melawan penjajah Belanda, khususnya pada rencana agresi militer Belanda yang saat itu Indonesia telah merdeka. Dalam Endoeng merupakan salah satu pejuang non-Kooperatif yang tidak mau bernegosiasi dengen pihak Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1945 kabupaten Bandung kedatangan tamu tak diundang yang berasal dari rombongan tentara dan Brigade Mac Donald.

Sejak kedatangan pasukan tentara dari Mac Donald tersebut menyebabkan kekacauan di kawasan Kabupaten Bandung, sehingga menyebabkan pemerintahan kabupaten berpindah ke beberapa tempat seperti Cililin, Soreang, Banjaran, Pangalengan, Santosa, dan Bungbulang. Pada perjuangan itu Dalem Endoeng ditangkap dan ditawari jabatan sebagai Bupati Bandung namun berada dalam pemerintahan Negara Pasundan dibawah pemerintahan Belanda. Hal tersebut jelas ditolak mentah-mentah oleh Dalem Endoeng karena hal itu tak sesuai dengan perjuangan dan harapan rakyat Indonesia.

Kediaman dari Dalem Endoeng yang berlokasi di Soreang ini saat itu sangat sibuk dan diikhlaskan sebagai tempat dapur umum yang digunakan untuk memasak makanan dan didistribusikan kepada para pejuang yang melawan tentara Belanda di kawasan Bandung Selatan. Tak hanya kediamannya yang diikhlaskan menjadi dapur umum, harta dari Dalem Endoeng berupa hasil panen yang berasal dari Subang dan Lembang pun turut diikhlaskan dan diberikan kepada rakyat yang ikut berperang.

Pada masa pemerintahan dari Dalem Endoeng ini pula terjadi peristiwa hebat pada tanggal 24 Maret 1946 yaitu peristiwa Bandung Lautan Api dan peristiwa heroik peledakan gudang mesiu tentara Belanda di Dayeuhkolot yang dilakukan oleh pejuang Indonesia Mohamad Toha, Mohamad Ramdhan, dkk.

Fasilitas Bale Soeriapoetra Soreang

Karena Bale Soeriapoetra ini bukanlah sebuah museum dan kini masih menjadi hunian serta tak dibuka untuk umum, maka tidak tersedia fasilitas apa pun untuk para pengunjungnya. Namun, jika kamu ingin mengunjungi rumah ini bisa meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah yang merupakan masih keturunan dari Dalem Endoeng sendiri.

Harga Tiket Masuk Bale Soeriapoetra Soreang

Karena Bale Soeriapoetra ini bukanlah sebuah museum atau tempat wisata sejarah, maka belum ada tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Bale Soeriapoetra Soreang

Secara administratif, Bale Soeriapoetra ini berlokasi di Jl. Soreang – Banjaran No. 348, Sarilamping, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung 40911.

Rute Menuju Bale Soeriapoetra Soreang

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Bale Soeriapoetra ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi Bale Soeriapoetra yang merupakan bekas kediaman dari Bupati Raden Tumenggung Endoeng Soeryapoetra yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Soreang ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: