Gedung Merdeka (Tempat Bersantai dan Kongkow Kaum Bangsawan Belanda dan Menak Pribumi)

Gedung Merdeka

Berbicara mengenai wisata sejarah di Indonesia, Kota Bandung tentunya menjadi salah satu tempat yang mempunyai catatan penting tersendiri dimasa lalu. Betapa tidak, gedung-gedung megah berarsitektur art deco yang menghiasi setiap sudut kotanya merupakan saksi bisu akan eksistensi para arsitek Belanda pada jaman kolonial. Dilansir dari CNN Indonesia, Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) menyatakan bahwa Bandung merupakan satu-satunya kota yang memiliki bangunan art deco terbanyak di Indonesia. Hal tersebut tentunya menjadi aset penting bagi Bandung sebagai kota yang berkarakter dengan bangunan-bangunan khas bersejarah. Bangunan art deco di Bandung ini banyak didirikan sekitar tahun 1920 sampai 1940. Dalam bidang arsitektur bangunan, art deco sendiri merupakan sebuah seni baru yang perpendicular sehingga tampak dalam gaya bangunan yang saling tegak lurus dan ditandai dengan tonjolan/tambahan dekoratifnya, dengan demikian terciptalah kemewahan yang berbalut kesederhanaan dalam sebuah bangunan.

Salah satu bangunan bersejarah yang memiliki desain art deco di Bandung adalah Gedung Merdeka. Gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 1985 yang semula dinamakan Sociëteit Concordia. Kemudian pada tahun 1926 gedung ini direnovasi secara total oleh dua orang arsitek berkebangsaan Belanda bernama C.P. Wolff Schoemaker dan Van Galen Last yang mana keduanya merupakan guru besar dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).

Memasuki era penjajahan Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, Gedung ini juga sempat beralih fungsi menjadi pusat kebudayaan yang bernama Dai Toa Kaman. Kemudian setelah masa proklamasi kemerdekaan RI di tahun 1945 gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang yang pada waktu itu enggan menyerahkan kekuasaannya kepada rakyat Indonesia. Hingga tahun 1954 pemerintah Indonesia menetapkan gedung ini sebagai tempat Konferensi Asia Afrika dan juga tempat pertemuan berskala internasional lainnya.

Tempat Bersantai dan Kongkow Kaum Bangsawan Belanda dan Menak Pribumi

Pada zaman kolonial Belanda banyak sekali para pegawai perkebunan, pengusaha dan pesohor lainnya yang cukup kaya tinggal di Bandung. Oleh karena itu pembangunan fasilitas umum seperti hotel, toko-toko dan tempat pertemuan lainnya banyak di bangun di pusat Kota Bandung. Salah satunya adalah gedung Sociëteit Concordia.

Sociëteit Concordia merupakan perkumpulan yang beranggotakan orang-orang bangsawan Belanda atau pribumi dari kalangan menak. Kalau pun ada orang-orang pribumi, mereka yang dari golongan rendah hanya boleh menjadi jongos saja untuk melayani para tamu. Pada hari libur dan akhir pecan, biasanya anggota perkumpulan datang ke gedung ini untuk sekedar bersantai dan kongkow seperti berdansa, menonton pertunjukan kesenian, atau makan malam. Selain pesta pada setiap malam minggu, keberadaan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya di Priangan juga membawa budaya baru yang berasal dari negaranya yaitu menggelar acara pacuan kuda yang saat itu sering dilaksanakan di lapangan Tegalega.

Ir. Haryoto Kunto (alm) dalam buku Kisah Para Preanger Planters karangan Her Suganda mengungkapkan bahwa setelah acara pacuan kuda berakhir banyak keluarga yang berantakan. Ada yang bangkrut karena suaminya kalah berjudi, atau karena sang istri yang “matre” menuntut dibelikan pakaian dan perhiasan seperti yang digunakan wanita lain. Yang lebih parah lagi adalah terdapat pasangan suami-istri yang bercerai karena “perselingkuhan” selama acara berlangsung. Suaminya menyeleweng dan ada pula wanita-wanita yang terpikat laki-laki lain.

Fasilitas Gedung Merdeka

Gedung Merdeka yang kini telah beralih fungsi menjadi sebuah museum ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang menjelaskan sejarah saat diadakannya Konferensi Asia Afrika dulu seperti miniatur benda-benda bersejarah, perpustakaan yang menyimpan buku-buku dan berkas KAA, ruang audio visual sebagai penayangan dokumenter mengenai kondisi dunia tahun 1950-an.

Harga Tiket Masuk Gedung Merdeka

Untuk dapat mengunjungi tempat ini dan melihat-lihat seisi ruangannya kamu bisa datang kapan pun, karena gedung ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 16.00. Dan untuk harga tiketnya sendiri kamu tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun, alias gratis.

Lokasi/Alamat Gedung Merdeka

Secara administratif, Museum Gedung Merdeka ini terletak di Jl. Asia Afrika No.65, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111.

Rute Menuju Gedung Merdeka

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari Gedung Merdeka ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi Gedung Merdeka yang menjadi tempat bersantai dan kongkow para kaum bangsawan Belanda dan menak pribumi ini?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: