Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan (Jejak Perkebunan Kina Terbesar dan Botanis Lajang yang Hidup Bersama Boneka)

Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Virus corona yang saat ini menyerang dunia termasuk Indonesia menjadikan beberapa negara berlomba untuk mencari obat dan vaksin terbaik dari virus yang mematikan ini. Dan beberapa waktu kemarin jagad maya dihebohkan oleh postingan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat yang menginstruksikan agar meneliti tanaman kina. Bukan tanpa sebab, hal itu bersumber pada penelitian yang dilakukan oleh National Health Institute Amerika Serikat. Bahwa kandungan Kloroquin fosfat mampu membuat kondisi pasien COVID-19 membaik. Hal itu tebukti di Wuhan, ada sekitar 100 pasien yang dinyatakan membaik setelah diberi Kloroquin fosfat. Dan kandungan senyawa ini ternyata terdapat dalam tanaman kina yang sebetulnya telah tumbuh subur di Jawa Barat sejak zaman kolonialisme Belanda.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa tanah Jawa khususnya Jawa Barat saat zaman kolonialisme Belanda terkenal sebagai penghasil kina terbesar di dunia. Bahkan disebutkan bila hampir 90% lebih kebutuhan kina saat itu dipasok dari pulau Jawa. Salah satu lumbung dan sekaligus tempat penelitian kina berada di Cinyiruan Pangalengan, dan digadang-gadang perkebunan kina di Cinyiruan ini adalah yang terbesar se-Hindia Belanda.

Dari beberapa sumber dan foto yang kini ada di Tropenmuseum Amsterdam menunjukkan bahwa Cinyiruan menjadi salah satu perkebunan yang sibuk dalam memproduksi kina. Konon, Perkebunan Kina Cinyiruan dibangun pada tahun 1855, dan dipercaya bahwa Junghuhn pulalah yang berjasa dalam pengembangan pohon kina ditempat ini.

Bukti dari perkebunan kina yang pernah berjaya saat itu, di Cinyiruan turut dibangun sebuah tugu peringatan 100 tahun yang tertulis tahun 1855-1955. Dan tak jauh dari lokasi tugu peringatan tersebut terdapat sebuah makam tua dengan sebuah salib yang tertancap pada nisannya, jasad yang dimakamkan disana adalah seorang botanis berkebangsaan Belanda yang saat itu bekerja sebagai peneliti dan sekaligus pengembang tanaman kina di kawasan Cinyiruan. Botanis tersebut bernama Gerarld Alfred Cup.

Jejak Perkebunan Kina Terbesar dan Botanis Lajang yang Hidup Bersama Boneka

Gerarld Alfred Cup ini biasa disebut sebagai tuan Kap atau tuan Keup, hal itu karena pelafalan dan lidah orang Sunda yang sulit untuk menyebutkan kata “Cup”. Tak ada catatan sejarah mengenai kehadiran dari tuan Kap ini, namun menurut warga sekitar Cinyiruan tuan Kap ini adalah salah satu orang yang berjasa dalam mengembangkan tanaman kina di kawasan Cinyiruan. Meskipun ia adalah seorang Belanda dan bagi sebagian masyarakat dikenal sebagai penjajah. Namun, tuan Kap ini begitu baik terhadap masyarakat dan ia juga cinta kepada tanah Cinyiruan Pangalengan. Buktinya adalah setelah Indonesia merdeka, ia tak ingin kembali ke Belanda. Ia lebih memilih tinggal bersama masyarakat dan ingin meninggal serta dimakamkan di Cinyiruan, tanah yang ia cintai dan ia besar didalamnya.

Sama seperti kiprahnya di dunia kina yang seolah tanpa jejak, kehidupannya pun seolah masih menjadi misterius. Bagaimana ia hidup dan tinggal, apakah ia menikah atau memiliki keturunan atau tidak, informasi tersebut hingga kini masih samar. Informasi yang bisa didapat adalah dengan mewawancarai warga lokal yang merupakan saksi sejarah dari keberadaan perkebunan kina di Cinyiruan dan masih hidup hingga kini.

Konon menurut cerita warga sekitar Cinyiruan, tuan Kap ini tak pernah menikah semasa hidupnya. Dan sebagai pengisi kekosongan hidupnya, ia hanya ditemani oleh sebuah boneka. Tak ada yang tahu boneka seperti apa yang dimaksud, namun menurut warga masyarakat boneka tersebut ia buat sendiri dan berukuran sebesar ukuran tubuhnya. Tuan Kap meninggal tepat saat malam natal, menurut sesepuh yang masih hidup di Cinyiruan, tuan Kap meninggal karena terjatuh di kamar mandi. Saat terjatuh tersebut kepalanya membentur lantai yang menyebabkan kerusakan pada otak dan meninggal seketika.

Masyarakat percaya bahwa boneka yang ia miliki merupakan seorang “istri”, termasuk kegiatan hubungan sex guna memenuhi hasrat biologis dari tuan Kap. Hingga akhir hayat menjelang, boneka ini pun turut dimakamkan bersama jasadnya di Cinyiruan, hal itu bisa terlihat dari makamnya yang berukuran luas dari kebanyakan makam pada umumnya.

Kisah Misteri di Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Ada sekelumit kisah misteri yang menyelubungi Makam Gerarld Alfred Cup dan Kebun Teh Kina Cinyiruan, dan cerita ini menjadi buah bibir oleh masyarakat sejak tahun 75-an hingga kini. Banyak cerita yang beredar bahwa tuan Kap ini memiliki harta yang banyak, dan boneka serta harta tersebut dimakamkan bersama jasadnya. Karena informasi itulah pernah suatu ketika ada orang yang sengaja datang ke makamnya pada malam hari dan berniat untuk menggali dengan tujuan mengambil harta yang terkubur. Alih-alih mendapatkan harta, ia justru malah mendapat petaka. Saat cangkul yang dipakainya mengenai sebuah benda yang menyerupai boneka, orang tersebut terjatuh dan muntah darah. Keesokan paginya orang tersebut ditemukan tak bernyawa diatas makam tuan Kap.

Pada awal tahun 75-an sejak kejadian pembongkaran paksa makam tuan Kap dan telah memakan korban, makam tuan Kap ini seolah dikeramatkan oleh warga sekitar. Sejak saat itu tak ada yang berani untuk mengusik keberadaan makam tersebut, bahkan ketika senja datang dan turun kabut yang tebal, masyarakat langsung pergi menjauh dari makam atau lebih memilih untuk tinggal didalam rumah.

Cerita lain yang berkembang di Cinyiruan adalah sering terlihatnya wanita disekitar kebun teh dan pohon kina pada malam-malam tertentu, saat wanita itu dihampiri ia tak ada respon sama sekali dan hanya terdiam. Saat didekati, ia adalah sebuah boneka tanpa wajah yang berdiri layaknya patung manekin.

Dan kawasan Cinyiruan ini terbilang cukup angker bagi sebagian masyarakat, dan beberapa masyarakat percaya bahwa Cinyiruan seolah “terlindungi” dari orang-orang yang hendak berniat jahat. Entah itu mencuri di area rumah warga atau yang hendak mencuri hasil perkebunan. Bagi yang berniat jahat, maka ia akan ditemui sesosok pria Belanda yang menyerupai meneer Belanda yang lengkap dengan baju putih dan topi bundarnya. Kendaraan yang ia tumpangi akan mogok dan kemudian diganggu oleh sosok pria Belanda tersebut.

Fasilitas Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Perkebunan kina di Cinyiruan yang ada ditempat ini telah berkurang secara drastis dan berganti dengan perkebunan teh yang luas. Tapi saat ini kamu masih bisa melihat beberapa tanaman kina yang tumbuh subur di Cinyiruan. Saat ini kawasan kebun teh, kina dan area makam tuan Kap belum dikelola secara resmi oleh pemerintah atau pun PT. Perkebunan Nusantara VIII sebagai objek wisata sejarah atau alam. Maka dari itu belum ada fasilitas khusus yang tersedia bagi pengunjung kawasan Cinyiruan Pangalengan.

Harga Tiket Masuk Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Karena kawasan kebun teh, kina dan area makam tuan Kap belum dikelola secara resmi oleh pemerintah atau pun PT. Perkebunan Nusantara VIII sebagai objek wisata sejarah atau alam, maka dari itu belum ada tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Secara administratif, makam Gerarld Alfred Cup dan Kebun Kina Cinyiruan ini terletak di Desa Cinyiruan, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung 40378.

Rute Menuju Makam Gerarld Alfred Cup & Kebun Kina Cinyiruan

Tak sulit untuk menemukan lokasi dari makam Gerarld Alfred Cup dan Kebun Kina Cinyiruan ini. Untuk bisa ketempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Berikut adalah petunjuk arah dari google maps yang bisa kamu gunakan sebagai navigasi :

Gimana tertarik untuk mengunjungi wisata sejarah ke makam Gerarld Alfred Cup dan Kebun Kina Cinyiruan?. Yuk jangan lupa untuk ajak teman atau keluarga kamu agar acara traveling yang kamu buat semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: