Pungli di Gunung Guntur Garut, Bikin Malas Buat Mendaki

Apa kabar rekan-rekan pendaki, penikmat, pecinta apapun itu yang menurut kalian pantas sebagai predikat kalian. Semoga kebaikan selalu ada pada diri kalian dan Tuhan yang Maha Esa keterpihakan pada kita yang kecil dan penuh harapan ini. Dan alam Indonesia Raya ini selalu aman dan penuh dengan kedamaian didalamnya. Aamiin..

Ini artikel pertama saya, bukan tentang curahan hati yang gamang, atau puisi mendayu-dayu yang membuat  ratus ribu jiwa mengucurkan air mata.. #tsah

Jadi gini, saya mulai sangat amat resah dengan hobi yang saya sangat sukai yaitu mendaki gunung. Pendakian gunung saya bukan untuk mengejar pride, foto bagus, menaklukan puncak atau apapun. Sekali lagi BUKAN. Kalau foto saya bagus, itu kebetulan.

Akhir-akhir ini saya resah dengan adanya laporan dari beberapa teman penggiat alam bebas, yang katanya “kang, bener Gunung Guntur ada pungli?”. “ah kang saya males ke gunung di Jawa Barat suka ada-ada aja pengeluaran tak terduganya”, “ak heran gunung Jawa Barat mah, duit terus”. Dan sekian banyak keluh dan kesah teman-teman pendaki yang selalu saya dengar.

Saya orang Jawa Barat, asal saya dari Sumedang dan saya sangat cinta tanah Sunda ini disegala penjuru dan banga dengan segala kekayaan alamnya. Terimakasih Tuhan, saya telah lahir di tanah sunda.  Jadi gini, hal tersebut saya juga merasakan, saya tidak akan menulis panjang lebar seperti ini jika memang belum pernah saya rasakan.

Jadi waktu itu saya naik Gunung Papandayan, Garut Jawa Barat. Dari awal carter mobil, masuk ke area Gunung Papandayan, bayar SIMAKSI, dan ada beberapa pos di sebelum masuk ke Pondok Saladah, ada beberapa pos yang mengharuskan pendaki membayar, memang seikhlasnya tetapi jika hal ini hanya membuat tidak jelas masuknya kemana atau hanya menguntungkan kantong-kantong pribadi atau perorangan? Siapa yang harus bertanggung jawab?.

Baik, mungkin itu kejadian 2 tahun yang lalu, kalau tidak salah saya naik tahun 2015, sejujurnya saya teringat kenangan jika ingat Gunung Papandayan bersamanya, berdua L, oke skip. Oke itu yang saya rasakan banyak sekali pungutan yang masuknya entah kemana, retribusi daerah oke, Karang Taruna siap, kepemudaan good, atau pemasukan warga sekitar no problem. Namun ada baiknya disatukan atau di buat satu bundel seperti prosedur SIMAKSI Gunung Ciremai. SIMAKSI Rp. 50.000,- (tiket masuk, asuransi, souvenir, cemilan dan sertifikat) menurut saya itu sangatlah worth it, jelas masuknya kemana, itu pendakian 2014. Souvenir nya berupa gantungan kunci, sertifikat pendakian serta cemilan khas kuningan (karena saya naik lewat Linggar Jati)

Pertanyaanya, kemanakah para pejabat setempat mengapa banyak sekali kecolongan tentang pungutan liar? Apakah pemerintah menutup mata, atau tidak adanya pengawasan? Daerah yang didatangi wisatawan kan membawa retribusi serta pendapatan warga sekitar dan memajukan perekonomian setempat, betul tidak? Mengapa di persulit dan dibuat malas dengan adanya hal-hal remeh temeh seperti ini? Memang hanya Rp. 2000,- sampai Rp. 5000,-, tidak banyak tetapi jika tidak ada trasparansi dan pembenahan pihak terkait akan menjadi sebuah keresahan yang membuat sebuah tujuan wisata menjadi malas untuk mengunjunginya kembali. Padahal potesni wisata di daerah tersebut mempunyai daya tarik yang sangat kuat.

Perhatian pemerintah dengan hormat kami meminta bantuanya untuk membenahi hal-hal tersebut, agar saya khususnya dan umumnya pendaki, penikmat dan pencinta alam. Kami meminta dengan segala kerendahan hati mohon dibantu mengorganisir pungli atau hal-hal tersebut dengan semestinya.

Jawa Barat adalah daerah yang terkenal dengan destinasi wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri, terlebih tentang aktivitas luar ruang yang sedang banyak di gandrungi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Maka dari itu janganlah mencoreng tanah sunda yang terkenal dengan ramah tamah serta kearifan lokal yang penuh cinta dan kasih.

@kangishe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: