Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan (Jembatan Unik yang Penuh Mitos)

Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan

Tempat ini sebenarnya bukanlah sebuah tempat wisata umum yang biasa dijumpai dikawasan Pangalengan. Tapi jika kamu menyukai sejarah dan sedikit suka “jarambah” maka kamu harus mendatangi tempat yang satu ini. Tempat ini adalah sebuah jembatan yang dibangun pada tahun 1900-an.

Jembatan Syphon Tjikuningan dibangun diantara dua buah bukit, dahulu tempat ini merupakan sebuah aliran sungai. Kini aliran sungai tersebut masih bisa terlihat, namun debit airnya jauh berkurang ketika dahulu pada awal tahun 1900-an. Awal mula pembuatan Jembatan Syphon Tjikuningan ini adalah sebagai aliran sumber air.

Jembatan ini dibangun diantara dua bukit, salah satu bukit memiliki sungai dengan aliran air yang banyak dan melimpah, sedangkan bukit yang lainnya tak memiliki aliran sungai untuk mengairi perkebunan milik warga. Untuk menanggulangi masalah tersebut maka dibangunlan jembatan ini yang berfungsi untuk menyedot air yang terdapat di sebuah sungai untuk mengairi perbukitan yang tak memiliki aliran sungai.

IMG_20170215_090047

IMG_20170215_090924

Jembatan Unik yang Penuh Mitos

Selain memiliki bentuk yang sangat unik dan khas zaman Belanda. Ternyata Jembatan Syphon Tjikuningan ini memiliki kisah mitos yang berkembang di masyarakat sekitar. Mitos tersebut bermula sejak awal pembangunan jembatan ini seringkali mengalami bocor dan bahkan runtuh, dan kejadian tersebut tidak hanya sekali, namun hingga beberapa kali. Hingga akhirnya ditumbalkanlah seorang wanita yang baru menikah bernama Epon. Konon ia dikubur hidup-hidup dibawah jembatan ini. Dan sejak ada wanita yang ditumbalkan, jembatan ini tidak pernah bocor atau runtuh lagi hingga sekarang. Dan karena hal itu pula jembatan ini diberi nama Syphon Tjikuningan.

Terlepas dari masalah mitos yang berkembang di masyarakat mengenai tumbal yang bernama si Epon, ternyata tempat ini memiliki alasan yang logis terkait penamaan jembatan ini kenapa dinamai Syphon Tjikuningan. Jembatan ini dibangun pada awal tahun 1900-an yang saat itu masih zaman penjajahan kolonialisme Belanda.  “Syphon” (baca: Saife) adalah bahasa Belanda yang berarti “Menyedot”. Sedangkan nama “Tjikuningan” karena jembatan ini menggunakan material kuningan yang berbentuk tabung didalamnya. Jadi secara harfiah Jembatan Syphon Tjikuningan memiliki arti “jembatan yang terbuat dari kuningan dan berfungsi untuk menyedot air”.

Jadi sebenarnya Jembatan Syphon Tjikuningan ini tak menggunakan tumbal seorang wanita. Adanya mitos tersebut dibuat untuk menakut-nakuti anak-anak pada zaman dahulu yang sering bermain ditempat ini hingga waktu maghrib tiba. Agar anak-anak tak bermain hingga malam karena gelap dan juga berbahaya karena letaknya yang curam serta banyaknya tangga, maka dibuatlah mitos tersebut.

IMG_20170215_090158

 

Fasilitas Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan

Karena tempat ini belum menjadi tempat wisata resmi yang dikelola oleh pemerintah dan pengurus desa, maka fasilitas umum belum terdapat ditempat ini. Bahkan untuk lahan parkir kendaraan saja tidak tersedia. Kamu bisa memarkirkan kendaraan kamu dipinggir jalan atau didekat perumahan warga yang berjarak sekitar 500 m dari Jembatan Syphon Tjikuningan. Jadi, kamu harus ekstra hati-hati dalam memarkirkan kendaraan kamu. Jangan sampai kendaraan kamu diambil orang, atau bahkan keserempet mobil yang sedang lewat.

Tiket Masuk Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan

Karena belum dikelola oleh pihak mana pun, maka tidak ada pungutan tiket masuk untuk pengunjung alias gratis.

Lokasi/Alamat Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan

Secara administratif, Jembatan Syphon Tjikuningan ini berlokasi di Desa Banjarsari, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat 40378.

Rute Menuju Jembatan Syphon Tjikuningan Pangalengan

Untuk bisa sampai ke Jembatan Syphon Tjikuningan ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda empat. Namun saat hampir tiba menuju lokasi, kamu harus memarkirkan kendaraan kamu di pinggir jalan atau didekat perumahan warga, selanjutnya perjalanan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki dan melewati perkebunan teh dan sayur milik warga.

Patokan yang paling mudah untuk datang ke Jembatan Syphon Tjikuningan ini adalah dengan mengarahkan kendaraan menuju Perkebunan The Malabar. Setelah berada di Perkebunan Teh Malabar kembali berjalan hingga melewati Rumah Boscha. Tak jauh dari Rumah Boscha terdapat sebuah SMP. Lurus sedikit hingga menemuka sebuah bundaran yang berbentuk seperti sumur. Sekitar 100 m dari bundaran tersebut terdapat persimpangan arah kiri menuju lokasi Jembatan Syphon Tjikuningan. Kamu bisa memarkirkan kendaraan kamu didekat bundaran ini yang terdapat sebuah warung. Jika masih ragu, jangan bertanya kepada warga sekitar yang sudah tahu mengenai lokasi dari Jembatan Syphon Tjikuningan ini.

IMG_20170215_094421

Berikut ini adalah lokasi yang diambil dari google maps dan bisa dijadikan patokan dalam berkendara :

Gimana tertarik untuk mengunjungi Jembatan Syphon Tjikuningan yang masih sangat anti mainstream ini? Jangan lupa untuk ajak teman, sahabat atau partner traveling kamu agar perjalanan yang kamu lalui semakin terasa menyenangkan.

Happy wonderful traveling!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: