Terowongan Lampegan Cianjur (Terowongan Pertama di Jawa Barat yang Penuh Misteri)

Dalam sejarah Indonesia tertulis bahwa negeri ini pernah di jajah oleh beberapa negara selama berabad-abad lamanya. Yang paling lama menjajah Indonesia adalah bangsa Belanda, yaitu sekitar 350 tahun atau selama 3,5 abad lamanya. Selama kurun waktu tersebut bangsa ini mengalami banyak kepahitan dan kesengsaraan. Hingga kini kita masih bisa melihat jejak sejarah peninggalan Belanda di Indonesia. Mulai dari bangunan Belanda, akses jalan raya, jembatan, terowongan hingga fasilitas publik. Tak dapat dipungkiri dari semua sisa masa kelam tersebut terdapat keuntungan yang dapat kita ambil dan rasakan hingga saat ini, seperti fasilitas yang dulu dibangun oleh Belanda dan masih kita bisa gunakan.

Salah satunya adalah peninggalan transportasi kereta api beserta sarana dan prasarana yang ada di Indonesia. Kereta api menjadi salah satu transportasi favorit bagi bangsa Indonesia, apalagi kereta api akan sangat ramai digunakan saat menjelang hari raya di Indonesia. Di Indonesia banyak tersebar akses jalur per kereta apian. Diantaranya ada yang sudah tidak aktif, namun kebanyakan masih aktif. Beberapa spot pada jalur kereta api tersebut ada yang unik, dan bahkan menjadi wisata anti mainstream, serta menjadi spot foto yang menarik. Salah satunya adalah TEROWONGAN LAMPEGAN CIANJUR.

20150501_102738

Terowongan Lampegan Cianjur

Terowongan Lampegan ini sangat bersejarah karena merupakan terowongan pertama yang dibangun oleh bangsa Belanda di tanah Pasundan. Terowongan ini dibangun pada kurun waktu 1879 hingga 1882. Dan terowongan ini pun menjadi terowongan tertua di Jawa Barat.

Belum ada informasi yang jelas mengenai penamaan terowongan ini. Dan di masyarakat pun beredar beberapa versi kenapa terowongan ini dinamakan Terowongan Lampegan. Versi pertama adalah dari masinis yang masuk ke terowongan ini dengan keretanya sering berkata, “Lampen Aan”, yang artinya “nyalakan lampu”.

Versi kedua adalah percakapan antara mandor Belanda bernama Van Beckman kepada pribumi yang dahulu membuat terowongan ini. Sang mandor berkata kepada para pekerja pribumi, “Lamp pegang”, hal itu karena dalam pembuatan terowongan ini belum ada listrik dan hanya mengandalkan lampu tempel atau lampu minyak yang dibawa oleh beberapa pekerja lainnya.

Versi terakhir adalah percakapan antara orang Belanda di dalam kereta yang melintas didalam terowongan ini. Saat kereta memasuki terowongan suasana menjadi gelap gulita. Karena hal itu maka banyak orang di dalam kereta yang menyelakan lampu. Maka berkatalah seorang dari mereka, “Lamp A Gan”.

Dari semua versi terdapat suatu benang merah, bahwa penamaan terowongan ini berasal dari sebuah kata “Lamp” atau lampu. Hal itulah yang menginspirasi penamaan ini dengan sebutan Terowongan Lampegan.

20150501_101628

20150501_101442

Misteri Nyi Ronggeng Sadea

Dari uniknya kisah mengenai penamaan terowongan ini, tersiar juga kabar mengenai kemistisan tempat ini yang berhubungan dengan kisah seorang wanita penari cantik yang sering disebut sebagai “Ronggeng” yang bernama Sadea.

Dikisahkan dalam peresmian Terowongan Lampegan ini hadirlah beberapa beberapa petinggi pemerintahan Belanda beserta Meneer dan Nyonya Meneer Belanda. Dalam acara itu turut diundang pula penari cantik bernama Nyi Sadea dari daerah tersebut untuk menghibur tamu yang ada. Namun petaka datang setelah usai acara peresmian tersebut. Seketika Nyi Sadea sang penari ronggeng raib seperti ditelan oleh bumi. Nyi Sadea hilang setelah memasuki Terowongan Lampegan tersebut.

Kisah pertama mengatakan bahwa karena kecantikan dari Nyi Sadea, maka “penunggu” yang telah lama berkuasa pada tempat dibangunnya terowongan tersebut menyukai Nyi Sadea. Dan akhirnya Nyi Sadea diperistri oleh penunggu tersebut.

Kisah kedua yang paling banyak beredar mengatakan bahwa Nyi Sadea dibunuh sebagai tumbal. Mayatnya yang cantik rupawan tersebut dikubur di sekitar dinding Terowongan Lampegan.

Dari mitos masyarakat yang beredar, bahwa pada suatu malam khususnya malam jum’at kliwon sering terlihat wanita dengan pakaian seperti penari berjalan dan menari di sekitar Terowongan Lampegan. Dan pada waktu tertentu masyarakat sekitar sering mengadakan ritual khusus dalam mengingat pembuatan Terowongan Lampegan ini.

Lokasi / Alamat Terowongan Lampegan

Terowongan Lampegan ini berlokasi di Desa Cibokor, Pasir Koneng, Cianjur, Jawa Barat. Terowongan ini berada 8 Km sebelum Situs Megalith Gunung Padang. Jadi sebelum mengunjungi Situs Megalith Gunung Padang, tak ada salahnya untuk mengunjungi terowongan yang bersejarah ini.

Gimana guys tertarik untuk datang mengunjungi Terowongan Lampegan yang penuh misteri ini? Tak hanya penuh sejarah dan cerita unik, tempat ini juga cocok untuk berfoto karena spotnya yang anti mainstream.

20150501_102229

20150501_102755

Happy wonderful traveling!

HOT NEWS! (#DiBawahLangitBandung)

1. Tempat wisata unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-u3

2. Tempat hunting foto unik, murah dan hits di Bandung :http://wp.me/p1qhmy-wq

TELAH TERBIT!! (Self publishing, tak tersedia di Gramedia/toko buku dan buku akan dikirim kerumah)

Buku & e-book “Jarambah Bandung”, berisi 40 lebih tempat unik dan antimainstream di Bandung. Terbitan nulisbuku.com dengan harga buku Rp. 64.500. Selengkapnya baca disini : http://goo.gl/6vhann

full cover

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: