Jembatan Cincin Cikuda Jatinangor (Roda Penggerak Perkebunan Karet Terbesar Saat Zaman Belanda)

Jawa Barat khususnya Bandung dahulu pernah menjadi kawasan jajahan Belanda saat zaman kolonialisme dulu. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya bangunan Belanda yang hingga kini berdiri kokoh di tanah Pasundan. Tak hanya bangunan Belanda, fasilitas publik seperti rel kereta api, taman kota, hingga gedung pemerintahan pun dibangun di kawasan Bandung dan sekitarnya. Fasilitas yang dahulu sempat dibangun oleh bangsa Belanda, secara tak langsung memberikan efek positif bagi kita, yaitu fasilitas tersebut dapat kita gunakan saat ini, meskipun untuk memperoleh dan memilikinya harus melalui perjuangan yang panjang dan memilukan.

Bangunan Belanda memang terkenal dengan kekokohan dan kekuatannya, buktinya sudah ratusan tahun, beberapa bangunan Belanda masih tetap berdiri dan kita gunakan hingga saat ini. Salah satu sarana publik yang dibangun oleh bangsa Belanda di kawasan Bandung adalah transportasi kereta api. Sarana transportasi kereta api banyak tersebar di kawasan Jawa Barat. Beberapa dari jalur kereta api tersebut hingga kini masih aktif, namun tak sedikit pula yang sudah nonaktif. Salah satu kawasan jalur kereta api nonaktif dan bernilai sejarah tinggi berada di kawasan Jatinangor. Nama tempat itu adalah JEMBATAN CINCIN CIKUDA JATINANGOR..

DSC_0667

Tas Keren by : Sollu Bags

Sejarah Jembatan Cincin Jatinangor

Jembatan ini pada awalnya dibangun oleh Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf, sebuah perusahaan kereta api milik Belanda pada tahun 1918. Pada masa itu jembatan ini menjadi salah satu roda penggerak perkebunan karet terbesar di Jawa Barat dan setiap pagi hari hasil bumi dari Tanjungsari dibawa melalui jembatan ini untuk dijual di Rancaekek.

Sebenarnya tanah di atas jembatan ini bukanlah milik Belanda, melainkan diklaim secara paksa karena pada saat itu, Indonesia masih daerah jajahan Belanda. Warga setempat pada waktu itu tidak bisa berbuat banyak karena takut akan dibunuh. Akhirnya, pembangunan Jembatan Cincin diperbolehkan oleh warga sekitar, dengan syarat, tidak mengganggu komplek permakaman yang ada di bawahnya. Setelah mencapai kesepakatan, Jembatan Cincin pun dibangun.

Sesudah dibangun, rel kereta api ini menjadi jalan penghubung bagi Belanda untuk mengantarkan hasil perkebunan dari daerah Jatinangor ke Bandung, jembatan ini juga lah yang menjadi akses jalan terbaik dari daerah Tanjungsari ke Rancaekek. Pada awalnya kereta hanya digunakan untuk hasil perkebunan, namun kereta ini akhirnya digunakan juga sebagai transportasi bagi kedua warga negara.

Saat bangsa Jepang datang dan mulai menduduki Indonesia pada 1942, Jembatan Cincin pun diambil alih. Tiang dan besi tua yang menjadi rel di jembatan ini dibongkar dan dibawa paksa oleh orang Jepang. Mungkin karena menurut Jepang sudah tidak terpakai lagi, maka seluruh besi yang ada di ambil sama mereka untuk dileburkan dan dijadikan bahan untuk persenjataan perang. Semenjak itulah, kegiatan “per-kereta api-an” di Jembatan Cincin terhenti.

DSC_0663

Tas Keren by : Sollu Bags

Lokasi/Alamat Jembatan Cincin Cikuda Jatinangor

Jembatan Cincin Cikuda Jatinangor ini berada di kawasan Desa Cikuda, yang berada tepat disamping fakultas FIKOM, kampus UNPAD Jatinangor.

Tiket Masuk Jembatan Cincin Cikuda Jatinangor

Tak ada tiket masuk yang dibebankan kepada para pengunjung untuk bisa berfoto disini alias gratis. Tertarik untuk datang dan berfoto di Jembatan Cincin yang bersejarah dan eksotis ini? Ayo datang dan mari kita jaga warisan peninggalan bangsa kita!

Happy wonderful traveling..

Referensi :

Wikipedia. 2014. Jatinangor, Sumedang. [online]. Tersedia di : http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang. Diakses pada 11 maret 2015.

Citizenmags. 2011. Jembatan Cincin yang Bersejarah, Eksotis dan Terlupakan. [online]. Tersedia di : http://citizenmagz.com/?p=3683. Diakses pada 11 maret 2015.

HOT NEWS! (#DiBawahLangitBandung)

1. Tempat wisata unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-u3

2. Tempat hunting foto unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-wq

TELAH TERBIT!! (Self publishing, tak tersedia di Gramedia/toko buku dan buku akan dikirim kerumah)

Buku & e-book “Jarambah Bandung”, berisi 40 lebih tempat unik dan anti mainstream di Bandung. Terbitan nulisbuku.com dengan harga buku Rp. 64.500. Selengkapnya baca disini : http://goo.gl/6vhann

full cover

Iklan

6 thoughts on “Jembatan Cincin Cikuda Jatinangor (Roda Penggerak Perkebunan Karet Terbesar Saat Zaman Belanda)

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: