Menara Loji Jatinangor (Saksi Sejarah Perkebunan Karet Saat Zaman Hindia-Belanda)

Jawa Barat yang memiliki bentuk topografi unik menjadikannya sebuah kawasan yang subur dan cocok untuk berbagai tanaman. Banyak perkebunan besar yang tumbuh dan berkembang di Jawa Barat sejak zaman penjajahan dulu. Mulai dari perkebunan teh, karet, kina hingga sayuran. Kesuburan tanah Jawa Barat pula yang dilihat oleh bangsa Belanda saat zaman kolonialisme dulu untuk membuka perkebunan di tanah Pasundan ini. Dari Jawa Barat pula lahir beberapa pleangerplanter termahsyur di dunia seperti Bosscha, pemuda Belanda kaya raya yang sukses membangun perkebunan teh di kawasan Pangalengan, Bandung Selatan.

Selain di kawasan Pangalengan yang dibangun perkebunan teh, di Jatinangor tempat perbatasan beberapa kabupaten ini saat zaman Hindia-Belanda dulu sempat dibangun perkebunan teh dengan skala besar yang sempat mencapai puncak kejayaannya. Saking luasnya perkebunan karet ini, sang pengelola Belanda ini pun membangun sebuah menara jam yang unik sebagai penanda waktu para pekerja. Hingga kini menara itu masih utuh berdiri dan menjadi saksi sejarah perkebunan teh yang dulu sempat ada. Menara jam itu bernama MENARA LOJI..

Jpeg

Tas Keren by : Sollu Bags

Sejarah Menara Loji

Perusahaan perkebunan di Jatinangor didirikan oleh Willem Abraham Baud pada tahun 1844. Perusahaan yang bernama Maatschappij tot Exploitatie der Baud-Landen ini menguasai tanah seluas 962 hektare yang membentang dari tanah IPDN, tanah ITB, dan tanah UNPAD hingga Gunung Manglayang. Pada awal mulanya perkebunan ini hanya meliputi usaha perkebunan teh, tetapi kemudian juga ditambah dengan usaha perkebunan karet.

Willem Abraham Baud (1816 – 1879) adalah salah satu anak Jean Chrétien Baud (1789 – 1759) yang pernah menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Timur (1833 – 1836), Menteri Kolonial (1840 – 1848), dan Menteri Kelautan (1840 – 1842). Pada tahun 1842, W. A. Baud pergi ke Jawa sesuai keinginan ayahnya agar dia meniti karier sebagai pegawai pemerintah di tanah jajahan. Tetapi kemudian dia menyadari bahwa mengelola usaha perkebunan akan membuat dirinya lebih cepat kaya daripada menjadi pegawai pemerintah. W. A. Baud kemudian berhasil mendapatkan kontrak untuk perkebunan teh di daerah Jatinangor di Priangan. Kontrak ini disetujui oleh pemerintah gubernemen di Batavia dalam dekrit nomor 2 pada tanggal 26 Agustus 1844 yang antara lain juga meliputi pinjaman bebas bunga dari pemerintah sebesar 42.409 Gulden.

Saking luasnya perkebunan teh dan karet milik W.A Baud ini, dikawasan ini pula dibangun sebuah menara jam sebagai penanda waktu para pekerja perkebunan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah para pekerja dalam bekerja, yang saat itu para pekerja belum memiliki jam tangan modern di tangan mereka. Menara jam yang oleh masyarakat sekitar sering disebut dengan nama Menara Loji dibangun sekira tahun 1800-an. Menara tersebut pada mulanya berfungsi sebagai sirene yang berbunyi pada waktu-waktu tertentu sebagai penanda kegiatan yang berlangsung di perkebunan karet milik W. A. Baud. Bangunan bergaya neo-gothic ini dulunya berbunyi tiga kali dalam sehari. Pertama, pukul 05.00 sebagai penanda untuk mulai menyadap karet; pukul 10.00 sebagai penanda untuk mengumpulkan mangkok-mangkok getah karet; dan terakhir pukul 14.00 sebagai penanda berakhirnya kegiatan produksi karet.

Sekira tahun 1980-an lonceng Menara Loji dicuri dan hingga kini kasusnya masih belum jelas; baik mengenai pencurinya, apa motifnya, dan bagaimana tindak lanjut dari pihak berwenang. Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pun – selaku pihak yang seharusnya mengawasi pemeliharaan cagar budaya – tidak tahu-menahu mengenai kelanjutan kisah pencurian itu.

DSC_0677

Tas Keren by : Sollu Bags

DSC_0675

Tas Keren by : Sollu Bags

Lokasi/Alamat Menara Loji

Menara Loji yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan perkebunan teh dan karet ini berlokasi di Jatinangor dan berada tepat di lingkungan kampus ITB Jatinangor (sebelum tahun 2011 merupakan kampus UNWIM. Kini keberadaan Menara Loji ini semakin cantik dengan dipugarnya lingkungan dan dibuat taman cantik yang bernama sama, yaitu Taman Loji.

Jpeg

Tas Keren by : Sollu Bags

Tiket Masuk Menara Loji

Tak ada tiket masuk yang dibebankan kepada para pengunjung untuk bisa berfoto disini alias gratis. Taman Loji yang terdapat Menara Loji ini akan semakin ramai saat hari minggu. Tertarik untuk datang dan berfoto di Menara Loji yang bersejarah ini? Mari kita jaga warisan peninggalan bangsa kita!

Happy wonderful traveling..

Referensi :

Wikipedia. 2014. Jatinangor, Sumedang. [online]. Tersedia di : http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang. Diakses pada 10 maret 2015.

HOT NEWS! (#DiBawahLangitBandung)

1. Tempat wisata unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-u3

2. Tempat hunting foto unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-wq

TELAH TERBIT!! (Self publishing, tak tersedia di Gramedia/toko buku dan buku akan dikirim kerumah)

Buku & e-book “Jarambah Bandung”, berisi 40 lebih tempat unik dan anti mainstream di Bandung. Terbitan nulisbuku.com dengan harga buku Rp. 64.500. Selengkapnya baca disini : http://goo.gl/6vhann

full cover

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: