Tempat Traveling

Situs Gunung Puntang (Situs Kerajaan Puntang & Radio Malabar, Radio Terbesar Se-Asia Tenggara)

Jawa Barat khususnya Bandung memiliki banyak pesona dan keindahan alam yang tak terbantahkan. Kota yang dikelilingi oleh pegunungan ini memiliki banyak sisa sejarah perjuangan saat zaman penjajahan dulu. Hal ini dikarenakan Bandung dahulu pernah menjadi pusat pemerintahan saat zaman Hindia-Belanda. Tak heran jika di Bandung banyak bertebaran bangunan-bangunan tua zaman Belanda.

Tak hanya di kota Bandung saja yang banyak situs bersejarah zaman kemedekaan. Di kawasan Kabupaten Bandung tepatnya di Bandung Selatan juga terdapat situs sejarah baik zaman kerajaan kuno hingga zaman kolonialisme dulu. Salah satunya adalah di kawasan Bandung Selatan terdapat tempat yang dahulu merupakan bekas Kerajaan Puntang dan ditempat itu pula sempat dibangun Radio Malabar, radio terbesar Se-Asia Tenggara yang siarannya mencapai ke negeri Belanda. Nama tempat itu adalah SITUS GUNUNG PUNTANG..

DSC_0040

Situs Gunung Puntang

Puntang merupakan obyek wisata sejarah yang berada di komplek Gunung Malabar pada ketinggian 1.300 dpl dengan suhu antara 18-23 derajat Celcius. Gunung Puntang adalah area yang dikenal sebagai salah satu lokasi untuk berkemah. Terletak di kawasan Bandung Selatan, area gunung Puntang sering dipadati oleh wisatawan yang memiliki jiwa petualang. Pramuka, Pecinta Alam hingga mahasiswa yang hendak mengadakan ospek sering menjadikan lokasi ini sebagai tujuan favorit untuk lokasi camping.

DSC_0022

Peninggalan Prabu Siliwangi pada Kerajaan Puntang

Ditempat ini terdapat gua, gua tersebut memiliki panjang sekitar 1 km dan terhubung menuju curug Siliwangi. Terdapat mitos siapa yang bisa menyelusuri gua dan sampai ke curug Siliwangi, maka akan mendapatkan ajimat dari peninggalan kerajaan Puntang. Menurut cerita rakyat Pasundan, konon Prabu Siliwangi dalam masa pelariannya telah membuat sebuah kerajaan di daerah itu dan diberi nama Negara Puntang.

Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya beberapa onggok batu besar yang diduga ada kaitannya dengan sejarah Gunung Puntang (Negara Puntang). Oonggokan batu tersebut antara lain batu Korsi, Batu kaca-kaca dan Batu Kompaan. Sampai saat ini belum ada penelitian lebih jauh terhadap penemuan onggokan batu tersebut.

Bekas Radio Malabar, Radio Terbesar Se-Asia Tenggara

Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda yang berkuasa pada saat itu kawasan Gunung Puntang pernah didirikan stasiun pemancar radio Malabar yang dibangun pada 1917-1929, sampai saat ini puing-puing bekas peninggalannya masih dapat ditemui sebagai saksi sejarah.

Selain stasiun pemancar di lokasi ini banyak dibangun bangunan lain yang dijadikan komplek perkantoran dan rumah dinas. Pada areal itu terdapat sebuah kolam yang diberi nama Kolam Cinta, karena bentuk kolam tersebut berbentuk lambang cinta. Untuk kebutuhan energi listrik dibangun pula pembangkit listrik pada tahun 1919 seperti Lamajan dan Plengan di kawasan Pangalengan Kab.Bandung.

Komplek stasiun pemancar radio Malabar ini sudah lama hancur yang ada tinggal puing-puing dan belum diketahui siapa dan tahun berapa kantor pemancar radio Malabar ini dihancurkan dan oleh siapa yang pasti kawasan ini banyak peninggalan sejarah yang belum tergali dengan benar.

Di daerah Bandung Selatan sejarah teknologi radio atau radio gelombang pendek lahir dan telah menghubungkan dua negara dari dua benua dengan dibangunnya stasiun Malabar yang dikenal pada masa penjajahan kolonial Belanda dan Jepang tepatnya di Gunung Puntang yang masuk kawasan kaki Gunung Malabar.

Kondisi bangunan tersebut saat ini sudah tidak utuh lagi dan hanya tinggal reruntuhannya dan pada tahun 1923 area ini merupakan lokasi yang sangat terkenal di dunia karena terdapat stasiun pemancar radio Malabar yang dirintis Dr.de Groot yaitu sebuah pemancar radio yang sangat fenomenal karena antena yang digunakan memiliki panjang 2 km, terbentang diantara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter.

Pada bagian dasar lembah, dulu terdapat bangunan yang cukup besar yang befungsi sebagai stasiun pemancar guna mendukung komunikasi ke negeri Belanda yang berjarak 12.000 km dari Indonesia.

Dibawah ini adalah gambar bangunan Radio Malabar yang megah tempo dulu. Dahulu bangunan ini adalah Radio Terbesar se-Asia Tenggara yang siarannya mampu mencapai negeri Belanda. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki gedung radio sebesar dan semegah ini lagi. Mungkin kedepannya kita akan memiliki. Wallahualam..

09

Dan dibawah ini adalah gambar yang saya ambil didepan Radio Malabar yang dulu sempat berjaya yang kini hanya menyisakan puing-puingnya saja..

DSC_0040

DSC_0052

Kolam Cinta yang Melegenda

Di areal ini terdapat “Kolam Cinta”, dinamakan seperti ini karena bentuk kolam mirip “hati” atau lambang dari sebuah cinta. Namun sayang kemegahan dan kecantikan dari kolam ini hanya menyisakan sedikit puing-puingnya saja. Dahulu kolam ini menjadi tempat favorit pada meneer dan noni Belanda untuk berkumpul atau menikmati keindahan alam ditempat ini. Dan kolam yang indah ini pun sempat termahsyur hingga ke negeri Belanda yang disiarkan melalui Radio Malabar. Dibawah ini ada terdapat gambar dari Radio Malabar yang didepannya terdapat “Kolam Cinta” saat tempo dulu. Bisa kamu bayangkan betapa cantiknya kolam ini saat zaman dulu?

01

Dan inilah wajah asli “Kolam Cinta” yang melegenda itu saat ini..

DSC_0058

Sisa Lapangan Tenis & Rumah Dinas Pejabat Radio Malabar

Ditempat ini pula sempat dibangun lapangan tenis dan komplek perumahan elit yang diperuntukkan untuk pejabat dan petinggi Radio Malabar saat zaman Hindia-Belanda dulu. Namun sayang bangunan itu kini hanya menyisakan puing-puingnya saja.

Ini adalah gambar dari komplek perumahan elit bagi para pejabat dan petinggi Radio Malabar tempo dulu..

03

Dan kini komplek perumahan elit itu sudah tidak ada dan hanya sebuah kenangan. Yang tersisa adalah puing-puing dari sisa bangunannya saja, dan bila kamu explore ditempat ini, kamu akan menemukan bentuk rumah yang terdiri dari pintu masuk, ruang tamu, ruang keluarga, bekas perapian hingga WC duduk yang dulu sempat dipakai akan kamu jumpai ditempat ini.

DSC_0033

DSC_0015

Lokasi/Alamat Situs Gunung Puntang

Gunung Puntang ini terletak di daerah Cimaung, Kecamatan Banjaran, Kab. Bandung. Untuk mencapai lokasi ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Arah yang dituju untuk mencapai lokasi ini adalah Banjaran atau kawasan Pangalengan. Berikut ini adalah rute singkat dari arah Kota Bandung : Kota Bandung – Kopo Sayati (melewati Miko Mall) – Katapang – Soreang (melewati kawasan Warung Lobak) – Banjaran (menuju kawasan Pangalengan).

Selain melewati arah Kopo Sayati menuju Soreang, untuk melewati kawasan ini juga bisa diakses dengan menggunakan jalur Dayeuh Kolot/Baleendah kemudian bertolak menuju kawasan Banjaran-Pangalengan. Dan Situs Gunung Puntang ini berada di jalur sebelah kiri dan dekat dengan Tugu Perintis yang ada di kawasan Cimaung, Banjaran.

Fasilitas Situs Gunung Puntang

Ditempat ini juga terdapat fasilitas lainnya seperti sarana camping ground, warung, mushola, toilet, dan jembatan gantung. Selain fasilitas publik tersebut ditempat juga terdapat Gua Belanda yang bisa dimasuki dengan bantuan senter dengan gua yang memiliki panjang sekitar 100 meter. Selain Gua Belanda ditempat ini juga terdapat sebuah curug/air terjun yang bernama Curug Siliwangi yang berjarak 3.5 Km dari kawasan “Kolam Cinta”.

Tiket Masuk Situs Gunung Puntang

Cukup murah meriah untuk menikmati semua fasilitas dan keindahan alam yang tersedia di tempat ini. Tiket masuk pengunjung hanya 10rb rupiah/orang dan 2500 rupiah/motor (harga sewaktu-waktu dapat berubah). Gimana wisata alam sekaligus wisata sejarah yang murah meriah kan? Tertarik untuk datang kesini?

Referensi :

Selatan, Pesona Bandung. 2011. Wisata Sejarah dan Wana Gunung Puntang: Peninggalan Dua Zaman. [online]. Tersedia di : http://pesonabandungselatan.blogspot.com/2011/11/wisata-sejarah-dan-wana-gunung-puntang.html. Diakses pada 14 januari 2015.

Puntang, Festival Gunung. 2008. Gunung Puntang Tempo Doeloe Radio Malabar. [online]. Tersedia di : http://festivalgunungpuntang2009.blogspot.com/2008/09/gunung-puntang-tempoe-doeloe.html. Diakses pada 14 januari 2015.

Happy wonderful traveling..

HOT NEWS! (#DiBawahLangitBandung)

1. Tempat wisata unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-u3

2. Tempat hunting foto unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-wq

TELAH TERBIT!! (Self publishing, tak tersedia di Gramedia/toko buku dan buku akan dikirim kerumah)

Buku & e-book “Jarambah Bandung”, berisi 40 lebih tempat unik dan anti mainstream di Bandung. Terbitan nulisbuku.com dengan harga buku Rp. 64.500. Selengkapnya baca disini : http://goo.gl/6vhann

full cover

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s