Jalur Rel Kereta Api Cikudapateuh Bandung – Ciwidey (Ngeksis di Puing Rel Kereta Api Nonaktif)

Banyak beberapa tempat di Bandung yang sering dikunjungi oleh beberapa orang setiap harinya. Tujuannya pun bermacam-macam, ada yang sengaja untuk pre-wedding, hanya sekedar berfoto dan untuk di upload di Instagram/Path, atau datang untuk mengenal sejarah dari tempat tersebut.

Di pinggiran Bandung lebih tepatnya di Ciwidey ada beberapa tempat bersejarah dan merupakan sisa-sisa dari kolonialisme yang pernah terjadi pada bangsa ini. Salah satunya adalah dulu di Ciwidey sempat dibangun sebuah sarana transportasi kereta api yang sempat berjaya pada masanya. Dan kini kita masih bisa merasakan sisa-sisa peninggalan sejarah perkereta apian itu disana yang hingga saat ini rel dan jembatannya masih berdiri kokoh. Nama tempat itu adalah JALUR KERETA API CIKUDAPATEUH (BANDUNG) – CIWIDEY..

Kereta Api

Jalur Kereta Api Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey

Jalur kereta api Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey merupakan jalur kereta api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Cikudapateuh (Bandung) dengan Stasiun Ciwidey. Jalur ini merupakan jalur kereta api pertama yang menghubungkan Bandung Selatan ke pusat kota Bandung. Jalur ini mempunyai panorama pemandangan yang sangat indah karena dikelilingi oleh hutan, kebun teh, perkebunan sayur dan sungai yang melintas dibawah jembatannya. Jalur ini selain untuk angkutan penumpang dahulunya sering digunakan untuk angkutan komoditi barang maupun pertanian seperti teh dan sayur serta kayu. Jalur ini berada di bawah pengendalian PT KAI Daerah Operasi II Bandung.

2014-10-19 14.39.53

Bandung semakin berkembang sampai ke pinggiran kota. Jalur-jalur KA dibangun pula di beberapa daerah pedalaman (hinterland) seperti Jatinangor, Cicalengka, Ciwidey, Majalaya, Pangalengan. Jalur hinterland yang pertama dibangun yaitu jalur Bandung-Soreang (29 Km) di tahun 1921. Pada tahun yang sama dibangun pula jalur Rancaekek-Tanjungsari (12 Km). Tahun 1923 dibuat jalur Dayeuh Kolot – Majalaya dan satu tahun kemudian yaitu 1924 dibuat perpanjangan jalur dari Soreang ke Ciwidey (12 Km). Selanjutnya jalur Citeureup – Banjaran – Pangalengan. Jalur-jalur pendek tersebut dibuat menuju daerah-daerah perkebunan di sekitar Bandung. Tujuannya untuk mempermudah pengangkutan dan pendistribusian hasil perkebunan.

Jalur hinterland yang masih aktif sampai sekarang yaitu jalur yang menuju Cicalengka (dibuat tahun 1884). Sedangkan jalur-jalur lain kebanyakan sudah tidak lagi aktif, salah satunya jalur KA menuju Ciwidey. Jalur pada waktu itu menuju daerah perkebunan di Ciwidey.

Melihat sejarahnya ke masa lampau, jalur KA Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini ada sejak 1923. Stasiun Ciwidey, yang berada di ketinggian +1106 meter, menjadi stasiun akhir untuk rute KA Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey. Namun sayang, akhir dari perjalanan kereta api Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini ditandai dengan adanya sebuah kecelakaan rangkaian yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur kecamatan Pasir Jambu yang mengakibatkan tiga orang tewas pada bulan Juli 1972. Menurut sejumlah mantan karyawan Perusahaan Jawatan Kereta Api yang bertugas dijalur ini, kecelakaaan tersebut diakibatkan kelebihan beban saat mengangkut kayu untuk dikirm ke Jakarta. Selain alasan itu, jalur Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini dirasa kurang menguntungkan kendaraan bermotor sehingga pada tahun 1975 jalur ini resmi ditutup.

Saya sempat terpikir, kenapa jalur rel kereta api ini tak diaktifkan lagi saja? Mungkin akan lebih efektif dan efisien naik kereta api yang tak akan terjebak macet. Ongkos yang murah, bisa duduk nyaman, liat pemandangan yang indah di kanan kirinya. Lebih bagus lagi jika jalur rel kereta api ini diaktifkan kembali dan khusus untuk wisata. Kereta yang digunakan pun kereta tua/vintage dan masih layak jalan. Nampaknya akan sedikit seru bersafari dari Kota Bandung menuju Ciwidey yang hijau menggunakan kereta api vintage dengan dekorasi ruangan yang vintage pula. Apa kamu juga setuju guys? Hihii.. ๐Ÿ˜€

Jembatan Sadu

Di sisa jalur rel kereta api Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini kini masih kita bisa lihat beberapa jembatan dan rel kereta yang masih utuh. Tapi sayang rel kereta itu telah terisi oleh semen dan menjadi sarana transportasi bagi warga sekitar yang sesekali dilintasi oleh pejalan kaki dan sepeda motor. Salah satunya adalah Jembatan Sadu.

Jembatan Sadu ini dapat dengan mudah kita jumpai karena yang letaknya di pinggir jalan menuju kawasan Ciwidey dan dibawahnya mengalir sungai besar dan arusnya cukup deras pada musim penghujan. Jika kalian main ke daerah Ciwidey dan bertolak dari arah Soreang Kabupaten Bandung pasti akan menjumpai dari Jembatan Sadu ini yang berada di sebelah kanan jalan. Mungkin kamu sebelum main ke Ciwidey bisa mampir ke Jembatan Sadu ini dan berfoto disana agar kekinian. Hihii.. ๐Ÿ˜€

Kereta Api_002

Jembatan Ranca Goong

Jembatan dan rel kereta api dari jalur Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini lainnya adalah Jembatan Ranca Goong. Jembatan ini masih kokoh berdiri hingga kini. Sama nasibnya seperti saudaranya Jembatan Sadu, jembatan ini pun kini menjadi sarana transportasi yang sudah disemen dan bisa dilalui oleh pejalan kaki atau motor.

Sedikit berbeda dengan saudara kembarnya Jembatan Sadu. Jembatan Ranca Goong ini memiliki pemandangan yang sedikit unik karena membentang diatas persawahan dan perkebunan yang hijau, dialiri oleh sungai kecil dan di jembatan ini juga terdapat jembatan penyangga yang unik dan terlihat kokoh serta megah.

2014-11-10 11.52.03

2014-11-10 11.51.14

Tempat Syuting Film “OEROEG” (Film Belanda)

PhotoGrid_1420689709538

Jembatan ini juga pernah digunakan lokasi syuting film Oeroeg (rilis internasional: Going Home) adalah film drama tahun 1993 yang disutradarai sutradara Belanda Hans Hylkema yang diadaptasi dari novel terkenal berjudul sama karya penulis Belanda Hella S. Haasse yang pertama terbit tahun 1948 di tengah masa-masa Perang Kemerdekaan Indonesia. Film ini didistribusikan oleh Yayasan Penyiaran Belanda Nederlandse Omroep Stichting (NOS) dan Jaringan televisi dan radio Belgia yang saat itu disebut Belgische Radio- en Televisieomroep Nederlandstalige Uitzendingen (BRTN).

Film ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki sebuah keluarga kaya Belanda yang tumbuh dewasa bersama anak laki-laki pembantunya, seorang bumiputera bernama Oeroeg (ejaan lama, dibaca: “u-ruk“). Alur hidup mereka akhirnya menempuh jalan yang berbeda setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Perang Kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Kedua sahabat lama ini dipertemukan lagi di tengah-tengah perang antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan pasukan Kerajaan Belanda dan dihadapkan dengan jurang perbedaan ideologi dan nasionalisme yang kini telah memisahkan persahabatan mereka begitu jauh.

Film ini diproduksi Belanda dengan kerjasama Belgia dan Indonesia saat itu untuk memperingati baiknya hubungan diplomatik Belanda dan Indonesia walaupun dahulu diwarnai dengan sejarah perang, penjajahan dan kolonialisme selama ratusan tahun.

Mirip Jembatan Tua di Sungai Arkansas Amerika Serikat

Jembatan yang ada di Ciwidey ini ternyata mirip dengan sebuah jembatan tua yang berada di atas Sungai Arkansas Amerika Serikat. Dan beberapa waktu lalu mantan ibu negara kita Ani Yudhoyono pun pernah memposting fotonya di Instagram bersama keluarga di atas jembatan tua Sungai Arkansas. Dan saat dibandingkan dengan jembatan tua yang ada di Ciwidey ini ternyata cukup mirip. Hihii.. ๐Ÿ˜€

PhotoGrid_1421030152356

Nahh guys itu dia sedikit pengalaman traveling menyusuri sisa-sisa perjalanan dari jalur Kereta Api Cikudapateuh (Bandung) menuju Ciwidey. Saya sih berdoa dan berharap jalur itu suatu saat akan kembali diaktifkan untuk memudahkan sarana transportasi khususnya mengatasi sedikit masalah kemacetan di Bandung. Syukur Alhamdulillah bisa dibangun sarana transportasi kereta api wisata yang mirip si “Bandros”-nya Kota Bandung. Aamiinn..

Gimana guys tertarik untuk datang dan berkunjung ke Ciwidey khususnya melihat sisa-sisa puing dari jalur kereta api Cikudapateuh (Bandung) – Ciwidey ini? Tetap sehat yaa guys agar bisa traveling terus!

Referensi :

Safudin, Asep. 2012. Sejarah Jalur Kereta Ciwidey – Bandung. [online]. Tersedia di : http://ashev-sality.blogspot.com/2012/06/sejarah-jalur-kereta-ciwidey-bandung.html. Diakses pada 10 november 2014.

Tribun News. 2014. Akhir Tragis Jalur KA Bandung – Ciwidey: Rumah Lurah pun DIbangun Diatas Rel. [online]. Tersedia di : http://www.tribunnews.com/regional/2014/05/24/akhir-tragis-jalur-ka-bandung-ciwidey-rumah-lurah-pun-dibangun-di-atas-rel. Diakses pada 10 november 2014.

Wikipedia. 2013. Oeroeg (film). [online]. Tersedia di : http://id.wikipedia.org/wiki/Oeroeg_%28film%29. Diakses pada 14 januari 2014.

Happy wonderful traveling..

HOT NEWS! (#DiBawahLangitBandung)

1. Tempat wisata unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-u3

2. Tempat hunting foto unik, murah dan hits di Bandung : http://wp.me/p1qhmy-wq

TELAH TERBIT!! (Self publishing, tak tersedia di Gramedia/toko buku dan buku akan dikirim kerumah)

Buku & e-book โ€œJarambah Bandungโ€, berisi 40 lebih tempat unik dan anti mainstream di Bandung. Terbitan nulisbuku.com dengan harga buku Rp. 64.500. Selengkapnya baca disini : http://goo.gl/6vhann

full cover

Iklan

3 thoughts on “Jalur Rel Kereta Api Cikudapateuh Bandung – Ciwidey (Ngeksis di Puing Rel Kereta Api Nonaktif)

Add yours

  1. Halo,, salam kenal,, mau tanya2,
    kalau naik mobil parkirnya di deket jembatan sadu ya?
    dan dari jembatan sadu ke jembatan rancagoong itu berapa jauh ya?

    thank you in advance ya.. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: