Alas Labirin Sarasvati (Konser Secret Gigs & Halloween Party ala Band SARASVATI)

Bagi para penyuka musik di Bandung pasti ada yang mengenal nama band yang satu ini. Band asal Kota Bandung yang terkenal dari lagu-lagunya yang unik dengan unsur horror. Unsur popnya ada, tradisionalnya ada, gothicnya ada, modernnya ada hingga electropopnya pun juga ada. Personilnya terdiri dari 8 orang yang vokalisnya bernama Risa Saraswati yang telah meluncurkan beberapa novel best seller. Pasti dari nama vokalisnya saja kamu sudah mengenal nama band yang kece ini. Yapp betul, SARASVATI Band.

Tak perlu diragukan lagi jika Sarasvati Band selalu menyuguhkan gelaran yang unik, menarik dan anti mainstream setiap tahunnya. Gimana tak mainstream, jika kebanyakan band menggelar konser untuk para fansnya di gedung yang besar dan mewah, berbeda dengan Sarasvati Band yang menggelar konser di tengah hutan yang gelap dengan sebelumnya si para fans harus jalan-jalan malam tanpa penerangan senter atau korek api di tangan dan harus bertemu para hantu-hantu yang jahil dan mengganggu setiap saat. Konsep acara pun dibuat semengerikan mungkin untuk menguji nyali si peserta. Gimana, keren dan anti mainstream kan acara ini? Jadi gini lohh ceritanya..

Pra Acara Alas Labirin Sarasvati

Alas Labirin Sarasvati

Nahh guys itu adalah pamflet dari acara #AlasLabirinSarasvati yang di sounding seminggu sebelum acara dan dilaksanakan pada tanggal hari kamis malam jum’at 30 oktober 2014 dan sekaligus bertepatan dengan acara halloween. Tak semua orang bisa ikut, harus mereka yang telah berumur 18+ dan telah memiliki KTP saja yang boleh ikut. Dan tak semua yang mendaftar boleh ikut juga nih, karena kuota acara ini terbatas jadi peserta pun dipilih oleh panitia.

Sebelumnya para peserta harus mengisi beberapa data kontak pribadi yang dikirim ke alamat email dari panitia acara. Dari email tersebut kita akan menerima konfirm jika diterima sebagai peserta acara. Di pamflet tersebut sengaja tak dijelaskan secara rinci mengenai acara yang akan dilaksanakan itu seperti apa, dilaksanakan dimana hingga waktu pelaksanaannya pun dirahasiakan. Maklum lah ini adalah acara secret gigs. Hihii..

Dan setelah beberapa hari menjelang acara, para peserta mendapat SMS yang memberitahukan bahwa peserta harus berkumpul di Museum Geologi pada pukul 15.30.

Perjalanan Menuju Lokasi Alas Labirin

Sebelumnya seluruh peserta berkumpul di selasar parkiran Museum Geologi untuk melakukan registrasi daftar ulang dan dibagikan sebuah nametag sesuai dengan kelompok masing-masing. Nama kelompok itu adalah nama-nama tokoh yang terdapat pada novel Sunyaruri seperti kelompok Peter, Hans, Hendrick, William, Janshen, Toro, Marlina, Karina, Annete, Pinot, Mara dll. Setiap kelompok terdiri dari 7-8 orang yang terdiri oleh laki-laki dan perempuan yang sebelumnya dipilih secara acak. Jadi kita sesama peserta sebelumnya belum saling mengenal satu sama lain. Dan pada acara ini kami mulai saling mengenal dan saling menjaga satu sama lain saat acara ini berlangsung. Terima kasih @Sarasvatimusic dan teh @Risa_Saraswati yang telah menyatukan kami dalam kelompok dan acara ini.

Setelah dibagikan nametag lalu seluruh peserta berjalan menuju Lapangan Gasibu untuk sesi foto dan diberikan syal kelompok yang warnanya berbeda setiap kelompoknya. Dari selasar Lapangan Gasibu seluruh peserta kembali berjalan menuju depan Museum Geologi untuk masuk kedalam kendaraan kelompok masing-masing yang telah disediakan oleh panitia. Tak tanggung-tanggung, mobil yang digunakan adalah mobil land rover yang suka dipakai off road dan berpetualang ke hutan.

Land Rover TORO

Gimana keren kan? Itu adalah foto kelompok saya “TORO” yang sedang selfie di depan landy kami (sebutan untuk mobil Land Rover). Saat kita konvoi dan berjalan menuju lokasi, kita pun dikawai oleh mobil Polisi Militer yang menjadikan perjalanan kami lebih lancar dan aman. Akhirnya menjelang maghrib kita berjalan menuju lokasi rahasia yang dituju.

Menjelang Malam Jum’at dan Detik-detik Acara Alas Labirin Sarasvati

Alhamdulillah pada maghrib menjelang, kami semua peserta tiba di lokasi. Dan ternyata kita semua dibawa ke daerah perkemahan di Cikole Lembang dan dekat dengan hutan. Bisa dibayangkan kan gimana gelapnya hutan di malam hari? Tak hanya kita yang berpesta malam itu, “mereka” pun sepertinya banyak yang datang dan berpesta diacara malam jumat dan bertepatan dengan acara halloween. Peter, Hans, Hendrick, William, Janshen dan yang lainnya apakah kalian datang ikut berpesta malam itu?

Karena sudah masuk waktu maghrib. Kami pun akhirnya melaksanakan shalat maghrib di dekat pintu gerbang Cikole Lembang. Setelah beres melaksanakan shalat, kami semua berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing dan siap untuk berpetualang malam itu. Sebelum kami memulai petualangan, semua tas beserta isinya yang kami bawa tak boleh dibawa selama mengikuti petualangan ini dan harus dititipkan ke panitia yang dimasukkan pada sebuah mobil landy yang telah disediakan oleh panitia. Tak hanya tas yang boleh dibawa, senter, lilin, korek api pun tak diizinkan untuk kami gunakan. Hanya sinar dari bulan saja yang menerangi malam itu. Cukup mencekam bagi kami disana..

Alas Labirin Sarasvati yang Mencekam

Semua peserta Alas Labirin Sarasvati berbaris secara berbanjar sesuai dengan kelompoknya dan bersiap untuk secara paralel antre memasuki petualangan labirin. Dan kelompok saya TORO pun mendapat giliran yang pertama untuk berpetualang.

Sebelum kami berjalan ada seorang wanita memakai tudung dan jubah berwarna hitam layaknya seorang dementor. Ia adalah Vinca Callista yang bertugas membacakan sebuah “pesan opening” atau rule dari acara Alas Labirin Sarasvati.

Mobil Jenazah

Kami sekelompok pun berjalan menuju jalanan hutan Cikole Lembang yang gelap dan dingin. Saat kami berjalan ada sebuah mobil jenazah yang nampak kosong didalamnya. Saat kami mulai mendekati mobil itu, tiba-tiba saja sirine mobil jenazah itu berbunyi. Kami pun harus masuk kedalam mobil jenazah itu. Di dalam mobil itu terdapat sebuah Pocong (boneka) yang tergeletak di dalam mobil jenazah. Di mobil itu pula hadir seseorang dengan wajah yang menyeramkan dan memberikan kami tas kecil berwarna putih yang berisi perintah serta peta dari acara Alas Labirin Sarasvati ini. Kami pun membaca dan memahami peta yang diberikan itu. Akhirnya kami memahami bahwa kami harus mengunjugi beberapa pos berhantu yang berbeda dan harus menyelesaikan permainan di dalamnya. Jika kami berhasil maka akan mendapat hadiah dari hantu penunggu disana, jika gagal maka kami harus pergi tanpa membawa apapun dan bergegas menuju pos selanjutnya.

Dari mobil jenazah kami sekelompok berjalan beriringan dan saling berpegang tangan untuk saling menjaga satu sama lain. Bekal kami dalam perjalanan malam itu adalah air minum yang diberikan oleh panitia serta tas kecil berisi peta dari acara Alas Labirin Sarasvati ini. Akhirnya kami semua berjalan menuju pos 1.

Pos 1 (Balong Jurig)

Dari kejuahan menuju pos 1 sudah mulai terlihat sebuah sinar dari lilin dan di pos itu terdapat beberapa sosok boneka pocong-pocongan yang tergantung di atas sebuah kolam dengan jembatan yang sangat kecil. Saat memasuki kawasan pos 1 kami disambut oleh hantu penunggu pos 1 dan memberikan secarik kertas berisi perintah yang harus kami lakukan.

Di kolam kecil itu terdapat ratusan bola-bola berwarna putih yang setiap bolanya terdapat huruf, angka dan simbol-simbol dan tersebar di kolam. Di sudut kolam terdapat kendi berwarna coklat yang tersusun bertahap. 4 kendi pada sisi atas dan 7 kendi pada sisi bawah. Yang harus kami lakukan adalah mencari huruf A-L-A-S L-A-B-I-R-I-N yang tertulis pada bola-bola itu dan menaruhnya diatas mulut kendi tersebut. Akhirnya kami sekelompok pun mencari bola-bola itu. Tak semudah itu, di sekeling kolam itu banyak hantu-hantu yang mengerikan dan selalu mengganggu kami dengan suara dan tingkah mereka.

Pos 2 (Labirin Alit)

Di pos 2 ini dibentuk seperti seperti sebuah labirin mini dengan 6 pintu yang tersedia. Seperti biasa, setelah kami menginjakkan kaki di setiap pos selalu disambut oleh dementor/hantu penjaga yang memberikan clue/pentunjuk yang harus kami lakukan untuk menyelesaikan permainan dan mendapatkan hadiah. Di pos ini pula terdapat sosok hantu kakak beradik yang selalu marah-marah dan mengganggu kami saat kami tiba disana. Yang harus kami lakukan adalah kami semua harus mencari potongan puzzle yang bergambar acara Alas Labirin Sarasvati dan harus kami satukan diantara labirin-labirin kecil yang ada disana.

Pos 3 (Pasarean)

Di pos ini teryata lebih menyeramkan dari pos sebelumnya. Di pos ini kami seperti berada di sebuah makam. Di makam itu terdapat sosok hantu mirip kuntilanak, hantu wanita dan seorang dukun yang sedang melaksanakan ritualnya dengan kendi berisi air, kembang dan sesajen lainnya. Ternyata si dukun itu kehilangan minyak miliknya. Dan tugas kami sekelompok di pos ini adalah mencari minyak milik si dukun yang tersembunyi diantara makam, pocong didalam makam hingga semak-semak di sekitar makam. Jika kami menemukan minyak tersebut maka harus segera diberikan kepad dukun tersebut.

Pos 4 (Panon Ucing)

Di pos ini keadaan tak seseram pada pos sebelumnya. Di pos ini terdapat pintu masuk seperti berbentuk wajah kucing. Tak salah jika pos ini dinamai Panon Ucing (mata kucing dalam bahasa sunda). Tugas kami di pos ini adalah hanya melewati dan berjalan memasuki lorong dari ruangan ini. Suasananya serba hitam dan dan tak ada lampu sedikit pun. Kami sekelompok mulai memasuki lorong si Panon Ucing ini. Saat kami di tengah lorong tiba-tiba suara kucing terdengar dan suara jeritan dari salah satu orang di tim kelompokku terdengar. Dari sudut kanan dan kiri kami dilempari oleh air dan terigu. Kami tahu bahwa itu adalah ulah si “hantu-hantu” yang jahil dan untuk mengganggu kami.

Pos 5 (Buruan)

Menuju pos 5 ini jalanan semakin sulit. Jalanan hutan yang tak stabil, sedikit becek, menanjak dan menurun, harus melewati sungai kecil dengan jembatan sebatang kayu, menaiki tangga yang sulit dilalui dan ditambah tak ada penerangan sedikit pun. Itu semua kami lalui dengan bekerja satu sama lain di dalam kelompok hingga menemukan kawasan pos 5.

Di pos ini kami disambut oleh beberapa hantu pria dan wanita dengan jubah berwarna hitam. Salah seorang dari mereka memberikan kami petunjuk untuk melewati permainan di tempat ini. Di pos ini kami harus membuka pirng kecil yang tertutup oleh kain. Kita harus memakan sampai habis makanan yang tersedia atau menyelesaikan permainan yang ada. Makanan itu antara lain, bawang merah mentah, paria, bawang bombai, daun bawang, dan permainan kubik yang harus kami selesaikan. Karena setiap orang memegang piring yang berbeda maka salah satu dari kami harus memakan atau memainkannya. Jika berhasil dalam tempat ini, seperti biasa si hantu akan memberikan hadiahnya kepada kelompok.

Pos 6 (Barak Kematian)

Bisa dibilang bahwa di pos inilah yang paling menyeramkan diantara pos yang lainnya. Pos ini bagaikan sebuah ruangan kamar mayat layaknya di sebuah rumah sakit yang menyeramkan. Saat kami memasuki pintu masuk ruangan ini mulai tercium bau obat khas rumah sakit dan kemenyan yang wanginya sangat menyengat. Lampu yang terkadang nyala dan kemudian mati membuat ruangan semakin mencekam. Di ujung ruangan terdapat sosok wanita Netherland yang sedang duduk di kursi. Di sekitar wanita Netherland yang duduk itu terdapat tempat tidur bertingkat dan terdapat beberapa jenazah didalamnya.

Ternyata si wanita Netherland (@AlisonBuleBdg) itu adalah seorang hantu yang telah kehilangan cincinnya. Dan kita harus mencari cincin si wanita itu diantara mayat-mayat yang tertutup oleh kain putih dan terbujur kaku di ranjang mayat di ruangan itu. Kami semua dalam kelompok harus berpencar dan mencari ranjang mana yang terdapat mayatnya dan harus meraba satu persatu jari tangan mayat itu untuk mencari cincin yang hilang milik si wanita itu. Jika berhasil menemukannya maka harus dipakaikan di jari manis kanan wanita Netherland itu. Setelah itu maka si wanita Netherland akan memberikan hadiahnya pada kelompok yang berhasil.

Alison

Foto @AlisonBuleBdg yang berakting menjadi hantu di pos “Barak Kematian”

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Pos 7 (Pasanggrahan Pasung)

Di pos ini kelompok kami harus dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang “pemberani” dan yang “penakut”. Bagi kelompok yang “penakut” harus berjalan menuju jembatan. Di jembatan ini terdapat kuntilanak (boneka) yang sedang berdiri dan pocong (boneka) yang sedang berbaring di jembatan. Di ujung jembatan terdapat sosok hantu wanita yang sedang duduk. Si hantu wanita itu memberikan segelas minuman untuk kami minum. Dan ternyata rasanya itu sungguh sangat pahit sekali seperti jamu.

Bagi si kelompok “pemberani” harus berjalan menuju sebuah gubuk tua yang terdapat seorang hantu wanita gila yang kakinya terpasung. Di bagian ini yang harus dilakukan adalah mencari kunci yang tersembunyi disekitar wanita malang ini dipasung. Dan kunci itu tersimpan di sekitar semak-semak, ember, ban bekas dan barang-barang gudang lainnya.

Pos 8 (Pangberokan)

Pos kedelapan ini adalah pos terakhir yang harus kami lewati. Untuk mencapai lokasi ini rintangan semakin sulit. Jika sebelumnya kami hanya harus melewati jalan yang dipagari oleh tali berwarna putih, namun kali ini tak ada tali berwarna putih yang menuntun perjalanan kami. Kami sekelompok harus mencari jalan yang benar untuk melangkah menuju pos 8.

Di pos 8 ini tiba-tiba kami dikagetkan oleh hantu Netherland yang sudah tak asing lagi. Dia adalah si Peter (yang ada di cover CD “Story of Peter” dan anak dari tante @AlisonBuleBdg). Dengan wajah jahilnya si Peter tertawa setelah melihat kami sekelompok ketakutan karena ulahnya. Dia pun memberikan secarik kertas sebagai petunjuk dalam pos terakhir ini.

Yang harus dilakukan oleh kami adalah masuk kedalam kerangkeng besi layaknya sebuah penjara yang didalamnya terdapat bak mandi tidur yang dijaga oleh beberapa hantu jahat. Saat kami semua masuk kedalam kerangkeng itu tiba-tiba saja salah satu hantu mengunci dengan gembok kerangkeng penjara yang kami masuki. Kami pun harus mencari kunci untuk membuka kerangkeng penjara itu di dalam bak mandi tidur tersebut yang telah terisi penuh oleh tanah, cacing, belut dan belatung. Kami sekelompok meraba-raba tanah didalam bak mandi itu untuk mencari kunci agar kami terbebas. Saat kami mencoba mencari kunci beberapa hantu mencoba mengganggu dan menjahili kami. Akhirnya kami pun mendapatkan kunci dan berhasil membuka kerangkeng penjara itu dan si hantu penjaga tempat kedelapan ini memberikan hadiah kecil untuk kami.

Akhirnya kami sekelompok dalam tim TORO berhasil melewati semua pos dan rintangan yang ada. Kami pun melanjutkan perjalanan kami yang semakin menanjak menuju arah cahaya di puncak bukit.

Ghost Talent

Beberapa talent hantu yang didandai untuk meramaikan acara dan sebagai pengganggu acara Alas Labirin Sarasvati

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Konser Rahasia di Tengah Hutan

Dari kejauhan terlihat samar-samar sebuah cahaya berwarna merah. Kami sekelompok melangkahkan kaki setapak demi setapak menuju arah datangnya cahaya tersebut. Semakin dekat cahaya itu semakin jelas dan ternyata cahaya itu adalah cahaya dari sebuah panggung rahasia yang bertempat ditengah hutan. Yess, konser rahasia akan segera dimulai!!

Saat kami masuk ke area panggung kita pun disambut oleh seorang wanita cantik yang telah mempersiapkan acara Alas Labirin Sarasvati dengan sangat matang. Teh Risa Saraswati pun menyambut kedatangan kami dengan hangat. Kami pun dipersilakan olehnya untuk makan malam di belakang panggung. Makanannya sangat lengkap dan tersaji secara parasmanan, beberapa minuman hangat seperti kopi, teh dan bajigur pun menemani malam kami yang terlihat masih ketakutan dan letih berpetualang di hutan.

Sambil menikmati makan malam, kami sekelompok harus menunggu beberapa kelompok lainnya yang belum tiba melewati petualangan Alas Labirin di hutan tersebut. Sekitar pukul 23.30 semua kelompok telah hadir di lapangan depan panggung rahasia. Kami semua peserta berkumpul dan saling berpegangan tangan membuat lingkaran besar, ikut juga dengan kami seluruh personil band Sarasvati. Saat itu kami semua bermain beberapa ice breaking seperti “Ramtamtam” untuk mencairkan suasana dan menambah keakaraban diantara kami. Sarasvati pun seolah berkata bahwa Sarasvamily (pecinta karya Sarasvati Band) adalah bagian dari sebuah keluarga, bukan sebatas fans atau penggemar.

Ramtamtam

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Tak hanya bermain ice breaking, kami pun disuguhkan sebuah api unggun yang dinyalakan oleh semua personil Sarasvati untuk menghangatkan tubuh yang sedikit dingin.

Api Unggun

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Akhirnya tiba saat yang ditunggu-tunggu yaitu konser acara puncak. Inilah yang ditunggu oleh para peserta Alas Labirin Sarasvati. Semua petualangan dari pos ke pos adalah untuk menyambut dan menghadiri acara konser rahasia ini. Sayangnya momen ini tak bisa kami abadikan karena semua peserta tak diperbolehkan membawa HP saat petualangan untuk meminimalisir kehilangan dan kerusakan.

Secret Gigs_001

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Berbeda dengan konser sebelumnya yang dibuka oleh lagu “Fighting Club” yang terdapat lirik “We are happy family”. Kali ini lagu yang menjadi pembuka konser rahasia malam itu adalah lagu “Story Of Peter”.

Lagu kedua pun dinyanyikan yaitu berjudul “Cerita Kertas dan Pena”. Kami pikir Ink Rosemary akan datang dan memeriahkan suasana tapi ia tak datang dan suaranya digantikan oleh suara lembut dari Marshella Safira backing vocal Sarasvati.

Ada satu hal yang menarik perhatian kami malam itu. Ada personil yang membawakan alat musik biola. Ternyata Sarasvati ingin menunjukkan suasana yang berbeda untuk Sarasvamily. Dan alunan biola menambah keunikan dan keseruan konser rahasia Sarasvati.

Biola

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Lagu ketiga yang dinyanyikan adalah bukan lagu milik Sarasvati dan nampak sedikit jazz. Malam itu Sarasvati memilih lagu “Mata Hati Telinga” milik band Maliq n D’essential untuk dinyanyikan.

Di lagu keempat suasana sedikit berbeda. Biasanya Sarasvati menyanyikan lagu berbahasa Indonesia atau Inggris yang banyak tersebar di beberapa kantung album miliknya. Di lagu keempat ini Sarasvati menyanyikan lagu berjudul “Mawar Bodas” yang berlirik bahasa sunda. Pada bagian ini seolah Sarasvati ingin menegaskan bahwa mereka band yang berasal dari tatar sunda.

Seolah tak ingin kalah Marshella Safira yang katanya masih keturunan orang jawa menyanyikan lagu kelima berlirik bahasa jawa yang berjudul “Perahu Layar”. Malam itu pun Sarasvati membuat acara semakin pecah. Sarasvamily pun berjoget dangdut dengan girang.

Alas Labirin

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Lagu keenam yang berjudul “Perjalanan” pun dipilih oleh Sarasvati dengan bernyanyi dengan salah seorang Sarasvamily yang juga merupakan peserta dari Alas Labirin Sarasvati.

Lagu selanjutnya masih lagu dari luar kantung album Sarasvati. Pada konser rahasia saat itu seolah Sarasvati ingin lebih dekat dengan para Sarasvamily melalui lagu-lagu yang diingat dan bukan hanya lagu milik Sarasvati. Dipilihlah lagu berjudul “Pejantan Tambun” milik Endank Soekamti untuk dinyanyikan pada lagu ketujuh.

Di lagu kedelapan suasana mulai terasa sedikit sedih karena Sarasvati menyanyikan lagu milik Project Pop yang berjudul “Ingatlah Hari Ini”. Di lagu ini seolah Sarasvati ingin memberitahu bahwa para Sarasvamily harus mengingat malam ini, malam acara Alas Labirin Sarasvati.

Lagu kesembilan acara semakin semarak karena Sarasvati menyanyikan lagu dangdut milik Dina Mariana yang berjudul “Sekedar Bertanya”.

Di lagu kesepuluh Sarasvati menyanyikan lagu milik band asal Jogja yang telah hits di era tahun 90-an. Sarasvati memilih lagu milik Sheila On 7 yang berjudul “Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan”.

Sebelumnya Marshella Safira telah bernyanyi sendiri. Seakan tak ingin kalah Iman Jimbot personil Sarasvati yang memainkan alat kecapi suling juga ingin mencoba bernyanyi dengan menyanyikan lagu kesebelas yang berjudul “Gue Enggak Mabok”.

Iman Jimbot

(Foto taken from twitter : @gongtogong)

Di lagu keduabelas ini Sarasvati menyanyikan lagu yang belum pernah dinyanyikan sebelumnya dan belum pernah di dengar oleh semua Sarasvamily. Malam itu Sarasvati memperkenalkan single terbaru mereka yang berjudul “Karam”. Dan teh Risa Saraswati pun memberitahu bahwa mulai besok lagu ini sudah bisa di request melalui radio-radio kesayangan di kota masing-masing.

Akhirnya lagu ketigabelas pun datang dan ini adalah lagu penutup untuk mengakhiri semua rangkaian acara Alas Labirin Sarasvati. Dan lagu yang berjudul “Mirror” milik Sarasvati dari kantung album yang berjudul sama pun dipilih sebagai penutup. Saat Sarasvati mulai memainkan intro lirik “Mirror” tiba-tiba saja aransemen berubah menjadi dangdut dan teh Risa Saraswati pun bernyanyi lagu dangdut yang tengah fenomenal saat ini. Lagu “Sakitnya tuh Disini” akhirnya dinyanyikan dan semua Sarasvamily kembali bergoyang.

Lagu ketigabelas pun berakhir di panggung rahasia itu. Seakan Sarasvamily masih belum puas dan dari mereka berkata “Gak mau pulang. Maunya digoyang!”. Akhirnya Sarasvati mengabulkan permintaan tersebut dan menyanyikan lagu dangdut lagi yang berjudul “Kereta Malam”. Semua Sarasvamily pun berdiri dan berjoget bersama di lagu keempatbelas tersebut dan sebagai penutup acara Alas Labirin Sarasvati.

Lagu pun berakhir dan semua Sarasvamily harus merelakan malam itu berakhir dan kembali pulang kerumah. Semua peserta pun berjalan setapak demi setapak menuruni bukit menuju kendaran land rover yang telah bersedia mengantar kembali ke Museum Geologi Bandung dimana para peserta memarkirkan kendaraan mereka. Sebelum pulang kami pun diberi hadiah sebuah totebag dan kaos bergambar acara Alas Labirin Sarasvati yang sangat kece dan kekinian apabila dipakai.

Malam #AlasLabirinSarasvati pun telah berakhir dan meninggalkan kenangan manis untuk kami para Sarasvamily. Teruslah berkarya @Sarasvatimusic & teh @Risa_Saraswati dan ditunggu gelaran konser rahasia dan acara keren lainnya. Yess, we are happy family..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: