Music

Konser Malam Tahun Baru Sarasvati Band

Camera 360 Seakan masih belum puas dengan konser Sunyaruri yang diadakan pada tanggal 12 desember 2013 di Padepokan Seni Mayang Sunda, Sarasvati kembali memanjakan para Sarasvamily di malam menjelang tahun baru pada tanggal 31 desember 2013. Konser tersebut diadakan oleh PT Pertamina dan event organizer M32 yang bertempat di Gedung Pertamina Bandung dan diadakan untuk launching Pertamax dalam kemasan botol.

Konser tersebut bertemakan Happy New Year, Happy Pertamax & Happy Family. Selain Sarasvati konser itu juga dimeriahkan oleh FDJ Arnia Imelda, Wawan P. Project, Budi Kusuma, Syarah Pratiwi Stand up comedy), Magician, Coffe Smoker, Four Plus, Ivanes Band, Reggae Oh Reggae. Konser tersebut di bandrol dengan harga 35 ribu rupiah dan para penonton pun akan mendapatkan satu liter pertamax dalam kemasan botol yang launching malam itu dan Bandunglah kota pertama di Indonesia yang merasakan produk baru dari Pertamina tersebut.

Acara itu dimulai sejak pukul 19.00 dan Sarasvati memulai aksinya pada pukul 22.30. Sebelum Sarasvati mulai bernyanyi terlebih dahulu Risa Saraswati sang vokalis dari band Sarasvati mengajak para penonton untuk bernyanyi lagu “Boneka Abdi” yang dimaksudkan untuk mengundang mereka teman hantu Risa yang sering menemaninya ketika ia pergi.

Lagu pertama yang dinyanyikan oleh Sarasvati yaitu “Story of Peter”, berbeda dengan tampilan sebelumnya yang sering membawakan lagu “Fighting Club” ketika di awal penampilan. Lagu “Story of Peter” malam itu pun terasa sangat berbeda dengan aransemen aslinya yang dibuat lebih nge-rock dan enerjik.

Sebelum menyanyikan lagu yang kedua Risa Saraswati menceritakan bahwa ia terkadang sulit untuk tidur karena diganggu oleh para hantu yang sengaja datang menemuinya. Setelah ia usai bercerita Sarasvati menyanyikan lagu “Haunted Sleep”. Bukan Sarasvati jika tidak menghadirkan teatrikal yang menggambarkan isi dari lagu tersebut. Ketika lagu “Haunted Sleep” dinyanyikan datanglah sebuah monster kecil yang coba menggangu namun akhirnya Risa tahu bahwa hantu itu tidaklah mengganggu namun ingin bermain dengannya. Akhirnya Risa dan hantu kecil itu bermain dan berdansa ditengah para penonton malam itu.

Menjelang lagu ketiga Risa Saraswati kembali bercerita mengenai kisah Toro yang meninggal karena dibunuh dan ia tak bisa bertemu dengan Marlina adik kesayangannya yang telah mati lebih dulu. Kisah Toro dan Marlina ini dapat kamu baca di novel ketiga Risa yang berjudul “Sunyaruri” dengan judul bab “Larung Hara”. Akhirnya Sarasvati pun menyanyikan lagu ketiga yang berjudul “Larung Hara”.

Lagu keempat yang dinyanyikan oleh Sarasvati yaitu lagu “Aku dan Buih”. Tanpa ada teatrikal yang diperankan langsung oleh talent pada malam itu namun ada suatu video yang menggambarkan kisah seorang wanita cantik bernama Canting yang menyukai seorang pria dan kemudian ia hamil namun ia ditinggalkan begitu saja oleh pria yang dicintainya. Canting pun bersedih dan menyesali apa yang telah dilakukannya. Hmm, kisah Canting yang ada di video malam itu dapat kamu baca dalam kisah yang berjudul “Tarian Canting” yang berada pada bab 6 dalam novel yang berjudul “Maddah”.

Lagu kelima selanjutnya yang dinyanyikan oleh Sarasvati berjudul “Perjalanan”. Lagu lawas yang dinyanyikan ulang oleh Sarasvati dan dimasukkan kedalam album pertamanya “Story of Peter”.

Setelah menyanyikan lagu Perjalanan Risa Saraswati kembali bercerita mengenai sebuah rahasia. Bahwa setelah acara konser “Sunyaruri” berlangsung teman kecilnya kembali datang padanya dan berkata bahwa Risa kini telah berubah seperti menjadi sosok monster yang menakutkan bagi mereka. Karena setelah Risa pulang dari acara televisi yang sering menjumpai tempat berhantu terkadang ada sosok hantu pula yang menenaminya pulang dan hal itulah yang ditakuti oleh mereka seperti Peter, Hans, Hendrick, Willliam dan Janshen. Setelah ia menceritakan rahasia itu Risa malam itu memperkenalkan para personil dari band Sarasvati, namun sayang Yura Yunita (keyboardist) malam itu digantikan oleh Kevin dan Risa pun tidak menceritakan sebab tidak datangnya Yura Yunita malam itu.

Di lagu keenam Sarasvati menyanyikan lagu yang berjudul “Percakapan dalam Lumpur”. Lagu ini tidak ada pada album-album Sarasvati sebelumnya, namun Risa sempat berkata bahwa lagu ini mungkin akan tersedia pada album mereka selanjutnya.

Barulah dilagu ketujuh Sarasvati kembali menyanyikan lagu dari album terbarunya, dipilihlah lagu “Senandung Hujan” untuk mereka nyanyikan. Lagu ini berbeda dan begitu unik dengan lagu Sarasvati sebelumnya karena mencoba mengkolaborasikan musik keroncong dan ditambah dengan alunan kendang yang dimainkan oleh Iman Jimbot menjadikan lagu “Senandung Hujan” malam itu begitu indah dan etnik untuk didengar. Ketika lagu ini dinyanyikan datanglah sesosok hantu seperti Kuntilanak memakai pakaian serba putih dengan rambut panjang teruruai yang digambarkan sebagai sosok Kartika yang menjadi inspirasi dalam lagu “Senandung Hujan”.

Camera 360

Lagu kedelapan yang dinyanyikan berjudul “Fighting Club”. Pada awal lagu ini terdapat kata “We Are Happy Family”. Pada lagu ini Sarasvati mencoba menegaskan bahwa Sarasvamily bukanlah fans mereka namun keluarga yang turut serta hadir dan mendukung mereka dalam berkarya. Ditengah lagu itu dinyanyikan para penonton dikejutkan oleh kehadiran hantu belanda wanita yang menari-nari ditengah penonton malam itu.

Lagu kesembilan selanjutnya yang dinyanyikan adalah lagu “Pulang”. Lagu “Pulang” ini tersedia dan dapat didengar di album ketiga yang berjudul “Sunyaruri”. Di saat lagu ini dinyanyikan penonton disuguhi video mengenai sebuah taman yang sering dipakai oleh Risa ketika masih kecil dan teman hantunya untuk bermain dan bersenang-senang dulu.

Lagu selanjutnya yaitu lagu kesepuluh Sarasvati menyanyikan lagu yang berjudul “Sunyaruri”. Sunyaruri ini dapat diartikan sebuah “alam kesepian atau alam kesunyian”. Dan judul ini pulalah yang menjadi judul untuk album ketiga Sarasvati dan novel ketiga dari Risa Saraswati.

Setelah lagu “Sunyaruri” usai dinyanyikan Sarasvati menyanyikan lagu kesebelas yang bertemakan Bandung. Lagu ini dipilih karena agar para penonton semakin mencintai Kota Bandung yang indah ini.

Lagu terakhir yaitu lagu keduabelas yang dinyanyikan oleh Sarasvati adalah lagu yang berjudul “Cerita Kertas dan Pena”. Pada malam itu para penonton dikejutkan oleh kedatangan Ink Mary (Vokalis Rosemary) yang datang untuk berduet dalam lagu tersebut. Saat lagu itu dinyanyikan rintik hujan dari langit mulai turun, tak takut basah para Sarasvamily pun merapatkan dan maju kedepan untuk bernyanyi bersama Sarasvati dan Ink Mary dalam lagu terakhir dan menjelang tahun baru 2014.

Malam itu hari selasa 31 desember 2013 menjadi malam yang indah karena Sarasvati bisa berpesta tahun baru bersama Sarasvamily, keluarga yang mereka cintai. Langit Kota Bandung yang dihiasi oleh letusan kembang api menambah keindahan malam pada pergantian tahun baru. Dan konser malam itu pun menjadi pesta dan kado terakhir acara penutup tahun yang indah di tahun 2013.Camera 360

Terima kasih banyak dan selamat tahun baru untuk Sarasvati Band dan teh Risa Saraswati..

YESS! WE ARE HAPPY FAMILY!!

@ridwanderful

Suka sama cerita di blog ini? Beli juga yuk kaka novelnya! (Self publishing, ga ada di toko buku dan hanya via online)

Link pemesanan klik disini : http://nulisbuku.com/books/view_book/6460/lintasan

Novel LINTASAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s