Kisah Dibalik Lagu “Senandung Hujan” Sarasvati Band

Siapa yang suka dengan hujan? Terkadang hujan bisa membawa dan mengingatkan kita pada suatu kenangan. Baik itu kenangan yang menyenangkan maupun menyedihkan. Jika memang kamu menyukai hujan maka kamu sama seperti Kartika sosok hantu wanita yang baru aku ketahui kisahnya yang diceritakan oleh teh Risa Saraswati yang sangat menyukai suasana hujan. Baginya hujanlah yang hanya mengerti dia, hanya hujanlah temannya dikala sedih. Hmm, apa kamu ingin mendengarkan aku bercerita mengenai kisah yang aku baca dari novel Sunyaruri? Baiklah ini sedikit kisah yang aku baca dan kemudian aku review kembali. Semoga kamu menyukainya..

Kisah ini berawal dari seorang wanita cantik yang berasal dari kampung dan merantau ke Ibukota Jakarta. Keluarganya sangat miskin sehingga ia tak tahu harus bekerja dimana untuk menyambung ekonomi keluarga. Untung saja ada paman dan bibinya yang sangat mencintai Kartika sehingga ia pun dibawa ke Ibukota dan disekolahkan oleh paman dan bibinya. Berkat paman dan bibinya pulalah yang berani menentang keinginan orangtua Kartika yang berniat menikahkannya dengan laki-laki paruh baya ketika ia berumur tiga belas tahun.

Kartika juga memiliki adik perempuan bernama Alya dan dua adik laki-laki. Sama seperti Kartika Alya adiknya pun dibawa oleh paman dan bibinya yang lain agar disekolahkan karena keterbatasan ekonomi yang dimiliki oleh orangtua Kartika.

Kartika pun sangat senang tinggal bersama paman dan bibinya namun ia terkadang sedih ketika megingat orangtua dan adik-adiknya yang sangat ia rindukan. Kartika sepulang sekolah tidak bisa bermain seperti anak-anak lainnya. Ia harus membantu paman dan bibinya bekerja untuk mencari uang dengan cara mencuci pakaian para tetangga dan pemilik kost yang ada disekitar rumah paman dan bibinya itu.

Suatu hari Kartika dimintai tolong oleh bibinya untuk mencuci baju di tempat kost Bu Tia. Seharusnya bibinya yang harus mencuci ditempat kost Bu Tia, tapi karena pamannya sedang sakit jadi bibinya harus mengantar sang paman ke dokter hingga akhirnya Kartika lah yang menggantikan posisi bibinya untuk mencuci di kostan Bu Tia.

Di tempat kost itu secara tak sengaja Kartika bertemu dengan mahasiswa tampan bernama Andre. Pertemuan pertama dengan Andre mampu memikat hati Kartika saat itu dan Andre pun begitu baik dan mampu menerima Kartika sebagai buruh cuci ditempat kost itu.

Keesokan harinya Kartika mencari alasan kepada bibinya untuk bisa bekerja ditempat kost itu lagi agar bertemu dengan Andre dan ia pun diizinkan oleh bibinya. Bibinya pun sangat senang ketika Kartika mampu menyukai pekerjaan yang digelutinya kini.

Pada tanggal 18 Mei 1974 saat itu telah terjadi sesuatu yang menimpa Kartika yang lugu dan cantik dab begitu juga dengan Andre yang baru saja ia kenal. Hmm, bagian ini yang membuat aku ingin membaca terus-menerus kisahnya dan seakan tak ingin sedetik pun untuk berhenti. Kisah Kartika memberikan kita pelajaran hidup berharga. Terima kasih kepada Kartika dan teh Risa Saraswati yang telah menceritakan kisah ini..

Dan ada satu kutipan yang sangat saya suka di bab itu yaitu : “Jika hujan turun, aku akan tertawa, menangis, menjerit, dan berlarian di antara tetesan-tetesannya..”

Gimana penasaran kan sama kisah Kartika yang diberi judul “Senandung Hujan”?. Silakan untuk membaca kisahnya di novel terakhir mengenai teman-temannya Risa Saraswati yang tak kasat mata yang berjudul Sunyaruri. Kemarin sih saya mendapatkannya di salah satu tempat unik di Bandung yg bernama @omuniuum. Bukunya unik, tebal dan berbeda dengan konsepan buku sebelumnya. Buku ini akan jadi koleksi terbaik yang saya miliki. Hihii.. :3

NOTE : Lagu Senandung Hujan yang terdapat di album Sunyaruri Sarasvati Music sangat unik dan berbeda dengan aransemen lagu sebelumnya karena terdapat sentuhan keroncong. Katanya hal ini sebagai penggambaran sosok Kartika yang hidup saat itu. Penasaran kan sama lagu dan kisahnya? Beli yang original yaa buat apresiasi musik dan karya anak bangsa!

Dikutip dari : Bab Senandung Hujan novel Sunyaruri karya Risa Saraswati hal 131-154

Artikel ini saya dedikasikan untuk :

  1. Kedua Ibu dan Ayah yang sangat suka membaca tulisanku yang jelek dan acak-acakan ini
  2. Teh Risa Saraswati (@risa_saraswati) yang telah mengenalkanku pada seorang bernama Kartika. Sekarang saya pun mulai suka hujan dan ingat sama Kartika. Kasihan dia..
  3. Group band Sarasvati (@sarasvatimusic) yang begitu keren dalam membuat lagu Senandung Hujan. Saya sangat suka ada bagian keroncongnya. Kereeenn!!

Suka sama cerita di blog ini? Beli juga yuk kaka novelnya! (Self publishing, ga ada di toko buku dan hanya via online)

Link pemesanan klik disini : http://nulisbuku.com/books/view_book/6460/lintasan

Novel LINTASAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: