Kisah Hantu Dibalik Lagu “Cerita Kertas Dan Pena” Sarasvati Band

testSuka dengerin lagu? Suka membaca novel? Jika suka keduanya maka kamu harus baca novel “Sunyaruri” karya Risa Saraswati (@risa_saraswati) dan dengerin lagu yang berjudul “Cerita Kertas dan Pena” dari Sarasvati Band (@sarasvatimusic). Karena antara lagu dan novel itu saling berkaitan. Hmm, jadi gini ceritanya band Sarasvati yang vokalisnya teh Risa Saraswati membuat sebuah lagu yang berjudul “Cerita Kertas dan Pena” dan lagu itu terinspirasi dari kisah teman hantunya yang bernama Elsja. Dia bercerita kepada teh Risa Saraswati yang kemudian kisahnya diabadikan dalam sebuah bab yang berjudul sama yaitu “Cerita Kertas dan Pena”, dan oleh band Sarasvati pun dibuat lagu yang berjudul sama. Mungkin kamu ingin mengenal sedikit tentang kisah Elsja? Okee saya akan review sedikit dibalik lagu itu untuk kamu yang saya review dari novel “Sunyaruri”..

Kisah ini berawal dari seorang hantu wanita cantik berkulit putih bernama Elsja, ia adalah seorang bangsa Netherland yang tinggal di Indonesia saat zaman kolonial dulu. Elsja tinggal bersama kedua orangtuanya Papa Ernest dan Mama Maria, kedua orangtua Elsja begitu mencintai Elsja anak semata wayangnya itu.

Selain Elsja dan kedua orangtuanya yang tinggal dirumah yang besar itu keluarga Elsja pun mempunya pembantu dan anaknya yang bernama Djalil. Djalil dan Elsja pun menjadi sahabat sejak kecil. Djalil merupakan sosok lelaki yang pintar, hingga suatu hari kepintaran Djalil diketahui oleh Papa Elsja yang kemudian oleh Papa Elsja disekolahkan di sekolah ternama yang sama dengan Elsja, meskipun keputusan itu sempat di tentang oleh Mama Maria yang tak menyetujui keputusan konyol itu karena menyekolahkan anak seorang pembantu Indonesia Negara yang mereka jajah.

Hari ke hari hingga tahun berganti tahun Elsja dan Djalil tumbuh dewasa bersama hingga akhirnya benih-benih cinta pun tumbuh diantara mereka. Elsja setiap hari bertemu dengan Djalil baik itu bermain bersama hingga ia pun belajar diajari oleh Djalil karena Djalil adalah lelaki yang pintar dan bahkan banyak anak Netherland yang belajar privat kepadanya.

Setiap hari Eljsa menuliskan semua tentang Djalil di buku diarynya dan hingga suatu hari buku itu diketemukan dan dibaca oleh ibunya. Mama Maria pun sangat marah saat itu dan begitu pun Papa Elsja. Mereka menghukum Elsja dengan cara mengurungnya di kamar. Hingga saat itu juga Djalil dan ibunya diusir dari rumah itu. Sempat suatu ketika Djalil mengirim surat kepada Elsja bahwa ia akan menemuinya kembali dan berjanji akan hidup bersama. Namun suatu saat Papa dan Mama Elsja semakin marah karena Elsja tidak bisa melupakan sosok Djalil. Ia pun dikurung diruang bawah tanah di bawah ruang kerja Papa Elsja, Elsja pun tidak mengetahui bahwa dirumah itu ada ruang bawah tanah tempat untuk mengurungnya kini.

Hmm apa kalian tahu bahwa keputusan Elsja dikurung oleh orangtuanya dalam ruang bawah tanah itu adalah untuk melindungi Elsja dari serangan Nippon yang akan segera datang ke Indonesia. Jika pun orangtuanya mati dibunuh maka mereka berharap ada seseorang yang menemukan Elsja di bawah tanah itu untuk menyelamatkannya namun takdir berkehendak lain.

Berhari-hari Elsja dikurung disana hingga pada akhirnya desas-desus kedatangan Nippon (Jepang) ke Indonesia pun datang untuk mengalahkan Netherland (Belanda) saat itu. Pada masa kurungan ke tiga puluh dua orangtuanya tidak datang untuk memberinya makan hingga Elsja pun tidak makan dan minum hingga hari ke lima belas dan akhirnya ia mati kelaparan dan penuh dendam kepada orangtuanya dan Djalil yang berjanji akan menemuinya.

Namun kalian tahu bahwa pada hari ke tiga puluh dua saat tak ada makanan datang untuk Elsja ternyata tentara Nippon telah datang ke Indonesia dan rumah itu hingga akhirnya tentara itu membunuh semua Papa dan Mama Elsja. Elsja pun tak mengetahui apa yang terjadi diatas ruang bawah tanah itu, ia tak tahu bahwa kedua orangtuanya bernasib lebih buruk darinya.

Hingga sesaat setelah penyerangan itu Djalil datang kerumah itu namun terlambat, ia tak menemukan Elsja kekasihnya dan hanya melihat mayat kedua orangtua Elsja. Elsja pun mati dalam dendam, tak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tak tahu kemana kedua orangtuanya dan tahu kemana Djalil pergi. Dan kini pun Elsja dalam sosok hantu masih menyimpan dendam kepada orangtua yang menelantarkannya dan ia menantikan Djalil yang tak datang menemuinya..

Jika kamu ingin lebih mengenal sosok Elsja dan Djalil lebih lengkap dari apa yang aku ceritakan, kamu sebaiknya harus beli sendiri dan membaca novel “Sunyaruri” dan jika ingin mendengar lagu “Cerita Kertas dan Pena” coba beli dan dengarkan lewat CD E.P Sunyaruri milik Sarasvati Band.. 😀

Artikel ini saya dedikasikan untuk :

  1. Kedua Ibu dan Ayah yang sangat suka membaca tulisanku yang jelek dan acak-acakan ini
  2. Teh Risa Saraswati (@risa_saraswati) yang telah mengenalkanku pada sosok Elsja dan Djalil. Kisahnya membuat saya menangis dan bercucuran air mata
  3. Group band Sarasvati (@sarasvatimusic) yang begitu keren dalam membuat lagu-lagunya. I love it!!

Suka sama cerita di blog ini? Beli juga yuk kaka novelnya! (Self publishing, ga ada di toko buku dan hanya via online)

Link pemesanan klik disini : http://nulisbuku.com/books/view_book/6460/lintasan

Novel LINTASAN

Iklan

7 thoughts on “Kisah Hantu Dibalik Lagu “Cerita Kertas Dan Pena” Sarasvati Band

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: