Music

Konser Sunyaruri Sarasvati 12.12.13 (Launching CD E.P. & Novel Sunyaruri)

Camera 360Camera 360Siapa yang suka sama band Sarasvati? Band indie Bandung yang lagu-lagunya unik dan bertemakan “hantu”? Semalam tepatnya tanggal 12.12.13 malam jum’at pukul 20.00 adalah hari yang special bagi Sarasvamily (Keluarga Sarasvati, orang-orang yang menyukai dan mencintai karya dari Sarasvati Band). Karena pada malam itu adalah waktu diluncurkannya album ketiga yang berjudul “Sunyaruri” dan pada malam itu juga diluncurkannya novel ketiga dari Risa Saraswati sang vokalis dari Band Sarasvati dengan judul yang sama yaitu “Sunyaruri”.

Konser malam itu pun berjudul “Sunyaruri” dan dibuka “open gate” pada pukul 18.00 yang bertempat di Padepokan Seni Mayang Sunda yang berlokasi di Jalan Peta No. 209, Bandung. Saat memasuki pintu masuk ruang pertunjukkan para penonton dimanjai oleh beberapa dekorasi ruangan khas Sarasvati yang bertemakan horror lengkap dengan para talent yang berkostum hantu Belanda dan vintage. Tak hanya dari segi kostum namun ada pula talent hantu asli orang Belanda atau keturunan Belanda (Bule Belanda). Saat disana juga terdapat Si Peter (anak kecil yang menjadi cover album pertama, Story of Peter). Dekorasi yang dibuat malam itu pun sangat apik dan detail sekali.

Tepat pada pukul 20.00 konser itu pun dibuka dengan lagu pertama “Haunted Sleep”. Berbeda dengan konser dan gigs sebelumnya dengan pembuka lagu “Fighting Club”. Saat lagu itu dinyanyikan di sebelah kiri arah penonton ditampilkan sebuah teatrikal yang bertemakan “Haunted Sleep” dimana ada seseorang yang tengah tertidur dan diganggu oleh seorang monster, ia pun ketakutan dan berlari-lari di kamarnya, namun di akhir lagu ia menyadari bahwa sang monster tidaklah menyeramkan tapi malah ingin berteman dengannya, dan akhirnya malam itu pun menjadi menyenangkan, mereka pun bermain bersama malam itu dan akhirnya ia pun mimpi indah karena telah mendapat teman baru hantu yang baik hati dan lucu.

Lagu kedua yang dinyanyikan oleh Sarasvati adalah “Story of Peter”, lagu itu dipilih karena untuk memanggil sahabat Risa Saraswati Peter, Hans, Hans, Hendrick, William dan Janshen yang tak datang malam itu. Mereka tak datang karena terlalu seibuk dengan teman-teman barunya yang kini mulai mengenal dan memanggil nama mereka. Sebelum Sarasvati memainkan lagu mereka bersama-sama Sarasvamily bernyanyi bersama lagu “Boneka Abdi” (Baca kisah lagu “Boneka Abdi” disini : http://wp.me/p1qhmy-oI). Dan setelah lagu itu selesai dinyanyikan Si Peter cs pun tak kunjung datang, padahal pesta malam itu dipersembahkan untuk mereka juga.

Barulah di lagu ketiga Sarasvati memainkan lagu dari album terbarunya yang berjudul “Larung Hara”. Sebelum lagu itu dinyanyikan, Risa memceritakan sebuah kisah mengenai Toro pejuang muda Indonesia saat zaman kolonial dulu, lalu tiba-tiba datang seorang wanita muda bernama Lina adik Toro yang diperankan oleh seorang Vinca Callista (Novelis “Dunsa” & Penyiar radio 99ers Bandung). Teatrikal yang diperankan oleh Vinca Callista malam itu pun sangat hidup dan begitu menjiwai bagaikan seorang wanita yang putus asa karena mencari kakaknya Toro. Lagu “Larung Hara” pun liriknya begitu pilu dan sangat putus asa bagaikan seseorang yang entah harus pergi kemana bila ditinggal oleh seseorang yang ia cintai dan kasihi.

Camera 360

Lagu keempat yang dinyanyikan oleh Sarasvati adalah berjudul “Cut and Paste”. Saat lagu ini dinyanyikan penonton pun kembali disuguhkan oleh teatrikal yang bertemakan “Cut and Paste”. Teatrikal itu menggambarkan persahabatan dua orang remaja wanita yang sudah terjalin lama dan harmonis, namun ditengah perjalanan salah satu diantara mereka terlalu mendominasi dengan sikapnya. Ia pun seolah dijadikan boneka oleh sahabatnya sendiri seperti dipilihkan baju yang sebenarnya tidak disukai olehnya, dipakaikan make up yang cenderung “girly” yang sebetulnya ia tidak terlalu menyukai apa yang dilakukan oleh temannya itu. Hingga suatu saat ia pun jenuh dengan apa yang dilakukan oleh temannya hingga akhirnya ia pergi dan melepaskan baju, make up dan aksesoris yang dipilihkan oleh sahabatnya dan lebih memilih memakai baju hitam yang ia sukai. Saat ia pergi sang sahabat pun mencari seseorang untuk dijadikan bonekanya kembali yang bisa ia pilihkan baju, make up dan aksesoris yang menurutnya bagus dan berjiwa seni tinggi.

Lagu kelima adalah berjudul “Solitude”, teatrikal yang dimainkan pada lagu ini digambarkan oleh keasyikan dan persahabatan empat orang pemuda, tiga dari empat orang memakai topeng dan hanya satu yang tak memakai topeng. Mereka pun bermain dan berfoto bersama, namun hanya satu yang gelisah dan seolah tak dianggap oleh teman-teman lainnya, ia diacuhkan karena berbeda dengan yang lainnya karena memakai topeng. Ia pun akhirnya menangis dan kesepian. Dalam teatrikal itu pun seolah berkata, “haruskah aku memakai topeng sepertimu agar aku bisa sama seperti kalian?”.

Di lagu keenam ini Sarasvati memainkan lagu dari album terbarunya yang berjudul “Senandung Hujan”. Lagu ini begitu berbeda dengan lagu Sarasvati sebelumnya terkesan horror, dalam lagu begitu berbeda dan unik karena terdapat sentuhan keroncong khas tanah jawa yang begitu etnik dan cantik. Di sela-sela lagu datanglah seorang hantu wanita memakai baju serba putih yang menggambarkan sosok seorang Kartika yang begitu kesepian, sedih, sunyi dan lirih. Untuk para Sarasvamily khususnya yang orang jawa dan bagi mereka yang mengaku cinta dengan Indonesia nampaknya harus membeli CD E.P. Sunyaruri ini dan dengarkan sentuhan lagu keroncong khas Indonesia yang tak dimiliki oleh Negara lain dan menjadi kebanggan kita seorang Indonesian.

Sebelum lagu ketujuh dinyanyikan oleh Sarasvati, sebelumnya Risa Saraswati menceritakan bahwa kelebihan yang dimilikinya untuk melihat “mereka” yang tak terlihat ini adalah sebuah keberuntungan atau bukan. Dan bagi kamu yang tak bisa melihat “mereka”, Risa berpesan agar kamu memikirkannya lagi dan berpikir dua kali. Setelah ia bercerita lagu ketujuh yang berjudul “Question” pun dinyanyikan.Saat lagu itu dinyanyikan terdapat teatrikal yang dimainkan oleh seorang lelaki bule yang sedang bekerja namun diganggu oleh kedatangan sepasang lelaki dan wanita yang sedang menari dan terkadang mengganggu pria itu. Ia pun bertanya-tanya dalam benaknya, ada apa ini? Siapa yang menggangguku?.

Setelah lagu “Question” dinyanyikan hampir semua personil Sarasvati pergi dari panggung dan hanya seorang pianis dan Risa saja yang ada di panggung. Pianis malam itu bukanlah Yura Yunita yang namun digantikan oleh Kevin, pria muda berbakat yang menggantikan sosok Yura yang sedang berhalangan hadir karena sedang mengurus project album solonya. Sebelum Risa mulai bernyanyi ia kembali bercerita mengenai sunyaruri atau alam kesepian. Dan alam kesepian atau sunyaruri itu ia diingatkan akan sebuah kematian. Kematian akan datang bagi mereka yang bernyawa, dan kematian itu tidak akan pernah berbohong. Dan akhirnya lagu kedelapan “Death Can Tell a Lie” pun dinyanyikan oleh Risa yang berduet dengan Kevin pianis yang menggantikan posisi Yura Yunita.

Setelah lagu “Death Can a Tell Lie” selesai dinyanyikan Risa pun akhirnya pergi dari stage dan semua personil yang tadi pergi akhirnya kembali lagi dan Marshella Safira (backing vocal) mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama melalui lagu “Diantara” (Baca kisah lagu “Diantara” disini : http://wp.me/p1qhmy-oU) dan akhirnya Shella juga yang bernyanyi malam itu tanpa Risa Saraswati menyanyikan lagu kesembilan yaitu “Graveyard”. Lagu “Graveyard” yang dinyanyikan oleh Shella malam itu sangat cantik dan ciamik dan ditambah dengan dekorasi graveyard/pemakaman yang menghiasi depan panggung.

Penonton pun bertanya-tanya kemana Risa pergi? Tak lama setelah Shella menyanyikan lagu “Graveyard” terdengar suara Risa dari belakang panggung menyanyikan sepenggal lirik dari lagu “Aku dan Buih”, dan Risa pun datang dengan kostum yang berbeda saat ia membuka konser Sunyaruri dengan gaun berwarna hitam yang sangat cantik dan cocok dipakai oleh Risa malam itu. Akhirnya ia pun kembali bernyanyi bersama Sarasvati menyanyikan lagu kesepuluh berjudul “Aku dan Buih”. Saat lagu itu dinyanyikan datanglah seorang penari yang menggambarkan sosok seorang Canting yang diceritakan dalam novel kedua berjudul “Maddah”, hantu wanita yang senang menari dan ia mencintai seorang pria bernama Farid yang akhirnya ia dicampakkan dan ditinggalkan oleh Farid pria yang dicintainya. Ia pun akhirnya menari sendiri diatas kain kelabu yang dimilikinya.

Setelah Sarasvati bernyanyi Risa bercerita bahwa kini teman-temannya Peter dkk merasa cemburu kepada rekan-rekannya di Sarasvati karena telah merebut Risa dari mereka. Risa menjelaskan bahwa Peter dkk tak perlu cemburu terhadap band Sarasvati karena berkat Peter dkk pula band Sarasvati dapat terbentuk dan solid hingga kini. Akhirnya Risa pun memperkenalkan seluruh personil band Sarasvati yang terdiri dari Gallang Perdhana (bass), Sheryta Arsallia (drum)-berhalangan hadir, Papay Soleh (drum), Yura Yunita (piano)-berhalangan hadir, Marshella Safira (backing vocal), Gigi Priadji (Sequencer), Iman Jimbot (Kecapi Suling), Hinhin Agung Daryana (Guitar). Konser malam itu sangat cantik dan ciamik karena ditambah oleh backing vocal tambahan dan pemain suling. Risa pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para Sarasvamily, tamu undangan, sponsor Djarum Black Mild, Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda, crew dekorasi artistik “Tragic Magic” dan beserta crew yang membuat indah konser malam itu. Setelah Risa memperkenalkan para personil dan pendukung acara malam itu Sarasvati pun kembali bernyanyi lagu kesebelas yang berjudul “Percakapan dalam Lumpur”, sebenarnya ini adalah sebuah puisi karya Aziz Manna yang kemudian oleh Sarasvati dijadikan lagu dan sempat pula dinyanyikan oleh Sarasvati saat manggung di Salihara Jakarta beberapa waktu lalu.

Setelah lagu kesebelas dinyanyikan para penonton pun bersorak saat melihat kedatangan seorang wanita cantik, teman sekaligus partner Risa di salah satu acara TV swasta yang bernama Sara Wijayanto. Sara Wijayanto malam itu sangat cantik dengan busana serba hitam sama yang dipakai oleh Risa. Sara Wijayanto pun sempat bercerita bahwa ia sering didatangi oleh hantu kecil ompong bernama Janshen yang sering main kerumahnya untuk mengajaknya bermain. Akhirnya Sarasvati pun berduet dengan Sara Wijayanto menyanyikan lagu keduabelas “Danur”.

Camera 360Lagu ketigabelas yang dinyanyikan oleh Sarasvati malam itu adalah lagu “Fighting Club”, lagu “Fighting Club” adalah merupakan lagu yang special karena dalam lagu ini Sarasvati ingin menunjukkan bahwa Sarasvamily bukanlah fans mereka tapi merupakan sebuah keluarga mereka, keluarga Sarasvati..

Setelah lagu “Fighting Club” berakhir Risa kembali bercerita mengenai sebuah kisah Elsja dan Djalil yang ditumpahkannya dalam novel ketiga yang berjudul “Cerita Kertas dan Pena”. Saat ia selesai bercerita para penonton pun dibuat kaget oleh kedatangan Ink (Vokalis Rosemary) yang selanjutnya mendampingi Sarasvati dalam menyanyikan lagu keempat belas “Cerita Kertas dan Pena”. Dalam hal ini Ink berperan sebagai Djalil dan Risa berperan sebagai Elsja.Camera 360

Di lagu kelimabelas ini Sarasvati menyanyikan lagu yang berjudul “Pulang”. Dan lagu ini pula merupakan lagu terakhir yang ada didalam CD E.P. Sunyaruri. Dan Risa berkata bahwa lagu “Pulang” ini adalah lagu terakhir sebagai penutup konser Sunyaruri malam itu. Setelah lagu itu berkahir semua personil pun pergi dari panggung dan semua lighting pun dimatikan menandakan konser Sunyaruri telah berakhir.

Para penonton yang memadati Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda pun seakan tak puas dengan suguhan Sunyaruri malam itu dan penonton pun berteriak “lagi, lagi, lagi..”. Mendengar permintaan para penonton Risa pun kembali keluar dari belakang panggung dan bertanya kepada para penonton ingin merequest lagu apa, lalu dipilihlah lagu “Perjalanan” sebagai permintaan para penonton. Saat ditengah lagu para penonton kembali dikejutkan oleh kedatangan wanita bernama Syaharani yang taka sing lagi dengan lagu-lagu jazznya dan malam itu Sarasvati bersama Syaharani berduet membawakan lagu keenambelas berjudul “Perjalanan”.Camera 360

Setelah Sarasvati dan Syaharani selesai menyanyikan lagu “Perjalanan” Risa kembali bertanya lagu apa yang ingin dinyanyikan kembali oleh Sarasvati, maka dipilihlah lagu milik group band Burgerkill yang berjudul “Tiga Titik Hitam”. Di tengah lagu para penonton kembali bersorak dan lagi-lagi dikejutkan oleh kedatangan seseorang yaitu Fadli (Vokalis Padi) yang selanjutnya menyanyikan lagu ketujuhbelas yaitu “Tiga Titik Hitam”.

Kedantangan Fadli Padi malam itu tak hanya berduet satu lagu namun kembali berduet dalam lagu kedepalanbelas yang berjudul “Mirror” yang diambil dari album kedua Sarasvati yang berjudul sama yaitu “Mirror”. Duet yang dilakukan oleh Sarasvati dan Fadli malam itu sangat cocok dan cantik. Lagu “Mirror” pulalah yang benar-benar mengakhiri konser Sunyaruri malam jum’at itu.Camera 360

Akhirnya konser Sunyaruri malam itu pun telah berakhir dan para penonton pun puas dengan klimaks dan suguhan yang diberikan oleh Sarasvati bersama para tamu pendukung seperti Vinca Callista, Sara Wijayanto, Ink Rosemary, Syaharani dan Fadli Padi. Dalam konser itu pun para penonton bisa membeli beberapa paket istimewa yang berisi novel ketiga Risa Saraswati, album ketiga band Sarasvati, CD film “Dunia Risa”, dan beberapa merchandise keren dan terbatas lainnya. Konser Sunyaruri pada tanggal 12.12.13 itu pun menjadi kado terindah untuk Sarasvamily dan menjadi penutup akhir tahun yang indah dan tak akan terlupakan.Camera 360

Sukses terus SARASVATI Band dan terus berkarya teh Risa Saraswati

Yess, we are happy family..

@ridwanderful

Suka sama cerita di blog ini? Beli juga yuk kaka novelnya! (Self publishing, ga ada di toko buku dan hanya via online)

Link pemesanan klik disini : http://nulisbuku.com/books/view_book/6460/lintasan

Novel LINTASAN

Iklan

2 thoughts on “Konser Sunyaruri Sarasvati 12.12.13 (Launching CD E.P. & Novel Sunyaruri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s