e-Portofolio Kuliah

Manajemen Pendidikan Berbasis Multi Budaya – Konteks Administrasi Pendidikan dan Kelas Sosial (BAB II)

Artikel ini saya dedikasikan kepada mereka yang telah menerjemahkan, meresume dan mempresentasikannya dengan sangat baik. Terima kasih banyak kepada :

1. Andini Puspa Lestari
2. Hanum Mirnawati
3. Ressa Oktrianti
4. Ridwan Nur Arifin
5. Risa Siti Yanvi

HATI-HATI PERILAKU COPY PASTE YANG TIDAK SESUAI DENGAN KAIDAH KEILMUAN DAPAT MEMPENGARUHI NILAI DAN NAMA BAIK ANDA

Konteks Administrasi Pendidikan dan Kelas Sosial (BAB II)

Latar Belakang

Dalam pendidikan masih ada saja permasalahan yang belum teratasi. Seperti masih adanya diskriminasi dalam konteks kelas sosial seperti perbedaan kelas, ras, atau jenis kelamin yang terkadang menimbulkan konflik di lingkungan pendidikan. Sampai saat ini pun ketidakadilan perbedaan kelas sosial memang ada dan nyata dalam kehidupan masyarakat kita.

Administrator sekolah harus meluruskan masalah ke-tidaksinkron-an antara kelas sosial dan sekolah, karena masyarakat pada umumnya menginginkan sekolah menjadi fasilitator dalam menjaga kenyamanan dan otoritas serta menumbuhkan budaya yang kondusif bagi semua guru dan siswa di sekolah.

Konteks Administrasi Pendidikan dan Kelas Sosial di Indonesia

Di negara kita Indonesia ini masih banyak sekali terjadi kasus diskriminasi. Diskriminasi suku, ras, sampai agama masih sangat merajalela. Padahal di mata dunia, Indonesia merupakan suatu bangsa yang bercirikan berbagai suku, ras dan agama.

Salah satunya kasus yang ada adalah rasis dan diskriminasi kelas, dalam pelayanan pendidikan yang didapat. Contohnya sudah menjadi sebuah rahasia umum bahwa warga keturunan tionghoa cina di Indonesia, kebanyakan adalah warga dengan ekonomi kelas menengah ke atas. Hal ini menjadikan mereka bisa mengeksklusifkan ras mereka dengan memasuki sekolah –sekolah terkenal dan dengan pelayanan pendidikan yang baik.

Menulis Status Sosial

Menurut Weber, kehormatan atau status yang tinggi secara otomatis tidak mengikuti kepemilikan kekayaan dari “gaya hidup” seseorang

Menurut Rose, Kelas menengah menjadi semua kategori  orang termasuk di Amerika Serikat, karena tidak ada yang ingin menjadi bagian dari kelas sosial yang lebih rendah, dan beberapa menganggap dirinya kaya

Dalam kelas menengah terdapat kategori yang disebut “kelas menengah professional”. Enrenreich mendefinisikan kelas ini sebagai “orang-orang yang secara ekonomi dan status sosial berbasis pada pendidikan, bukan pada kepemilikan modal atau properti”.

Jika melihat dari definisi Enrenreich, banyak guru dan pengelola sekolah sekarang dianggap berasal dari kelas sosial yang lebih elit dari mayoritas penduduk di Amerika Serikat.

Ketidakadilan perbedaan kelas sosial memang ada dan nyata dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam hal ini kelas sosial memainkan peran yang kuat dalam perjuangan oleh orang-orang kulit hitam untuk mencapai kesempatan pendidikan yang sama dan ekuitas vertikal dalam sumber daya sekolah.

Komparasi dengan Pendidikan di Indonesia

Perbedaan kelas sosial yang terjadi di Indonesia adalah diantaranya contoh seperti kasus dalam seleksi sekolah. Persoalannya adalah seleksi itu terlalu sulit bagi sebagian anak. Fakta menunjukkan bahwa siswa dari keluarga kelas menengah memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi daripada siswa dari keluarga kaum buruh.

Reformasi Sekolah

Kurangnya kepedulian terhadap kedua faktor ekonomi AS disalahkan pada ketidak-mampuan kelompok kelas sosial di Amerika Serikat untuk beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomis pada perubahan informasi, penelitian, dan pengembangan.

Sementara negara-negara asing memiliki keahlian teknologi untuk meningkatkan posisi ekonomi mereka dalam ekonomi global, Amerika Serikat tertinggal jauh di belakang, karena sistem sekolah AS tidak menekankan keterampilan teknologi untuk masa depan.

Komparasi dengan Pendidikan di Indonesia

Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal pendidikan bila dibandingkan dengan Amerika Serikat, bagi para guru di Indonesia adalah yang terpenting semua siswa dapat lulus ujian dengan nilai baik, mereka cenderung kurang memperhatikan tentang bagaimana proses untuk menjadi baiknya, tetapi lebih mementingkan hasil akhir. Yang pada akhirnya menjadikan bangsa Indonesia kini jauh tertinggal karena jalan pemikiran ini.

Hal ini juga bisa diakibatkan dari ketidak mampuan masyarakat Indonesia dalam beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomis pada perubahan informasi, penelitian, dan pengembangan yang pesat.

Kelas Sosial Dan Kurikulum, Instruksi, Dan Budaya

Kurikulum dan Instruksi

McNeil menemukan bahwa administrator membuat tugas tidak terstruktur seperti kedisiplinan, penganggaran, dan penjadwalan prioritas utama manajemen sekolah. Bahkan dalam beberapa kasus administrator mencoba untuk terlibat dalam isu-isu kurikulum dan pembelajaran. Bahkan administrator di sini ingin ikut terlibat juga dalam kurikulum dan pembelajaran, upaya mereka ini hanya menjadi penghambat kegiatan mengajar yang ada.

Budaya Sekolah

Anak – anak dari keluarga kelas menengah dan atas di sini lebih disosialisasikan tentang manfaat budaya dalam sekolah. Anak – anak kelas menengah dan atas ini  memiliki keunggulan budaya yang tidak dimiliki oleh anak – anak/siswa kelas bawah.

Dari argumen tersebut dapat terlihat bahwa kelas menengah ke atas memiliki kebehasilan yang lebih menjanjikan. Maka dapat disimpulkan jika kelas menengah bawah menginginkan keberhasilan yang ada di kelas menengah atas, maka ia harus memisahkan diri dari budaya mereka yang ada ( budaya di afrika-amerika ke budaya kulit putih).

Komparasi dengan Pendidikan di Indonesia

Masalah dalam budaya berdasarkan ras dan kelas sosial tentu Indonesia pun mengalaminya. Sama halnya dengan di Amerika warga kelas menengah bawah tentu sulit untuk mendapat fasilitas yang sama dengan yang diberikan kepada siswa warga menengah atas yang bersekolah di sekolah unggulan.

Contoh paling konkrit saat sekolah yang berbasis RSBI masih digalakan, diskriminasi ini terjadi pada sekolah unggulan RSBI dan sekolah yang non RSBI, dengan adanya tingkatan – tingkatan tersebut semakin menunjukan bahwa ada ketidak seimbangan kelas sosial yang terjadi di sini. Dimana fasilitas dan pembelajaran yang didapat sangat jauh berbeda antara RSBI dan non RSBI.

Implikasi Untuk Praktek, Persiapan, Dan Penelitian

Pemimpin sekolah perlu melihat isu-isu kelas sosial yang berkembang dalam konteks perubahan ekonomi dan bagaimana masalah ini berdampak pada kurikulum, pengajaran, budaya sekolah, dan masyarakat sekitar.

Artinya adalah sebagai seorang administrator harus membuat kebijakan yang adil dan tidak memihak kepada satu golongan. Contoh konkretnya adalah segala kebijakan yang ada di sekolah harus menaungi dan melindungi hak-hak setiap siswa disekolah baik itu dari golongan yang kaya maupun yang miskin.

Komparasi dengan Pendidikan di Indonesia

Administrator di artikan sebagai kepala sekolah, Adapun peranan kepala sekolah dalam memajukan pendidikan di sekolah banyak cara dan kiat yang bisa dilakukan, kiat –kiat tersebut diantaranya adalah :

1. Memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar prestasi belajar siswa dapat meningkat Menjadi lebih yang kita harapkan.
2. Mengajak kepada seluruh dewan guru beserta staf dan karyawan di sekolah untuk bersama-sama dalam memajukan pendidikan di sekolah yang kita pimpin.
3. Membuat program perencanaan dalam mengembangkan dan memajukan sekolah yang dilakukan bersama-sama.
4. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah, orang tua wali murid dan stake holder dalam memajukan pendidikan di sekolah
5. Menjalin kerja sama dengan seluruh instansi pemerintahan dan juga dari pihak swasta.
6. Menyiap segala fasilitas baik yang berupa sarana dan prasarana demi memajukan peserta didik kita dalam mencapai suatu tujuan prestasi

Implikasi Bagi Pengelolaan Sistem Dan Model Pendidikan

Kelas sosial merupakan cara pengelompokan seseorang berdasarkan posisi ekonomi yang sama dan kesempatan hidup yang sama.

Ketidakadilan perbedaan kelas sosial memang ada dan nyata dalam kehidupan masyarakat kita. Melihat fungsi dari seorang administrator sekolah adalah sebagai seorang yang “ahli” dan mampu dalam mengatasi masalah kelas sosial.

Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai pendorong individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua lini kehidupan

Pemimpin sekolah perlu melihat isu-isu kelas sosial yang berkembang dalam konteks perubahan ekonomi dan bagaimana masalah ini berdampak pada kurikulum, pengajaran, budaya sekolah, dan masyarakat sekitar.

Dalam hal kurikulum sekolah dan pengajaran, administrator perlu memperhatikan bagaimana kurikulum yang dibangun harus mampu memberikan wawasan kepada peserta didik agar memiliki daya saing yang memiliki aspek nilai-nilai sosial.

Fungsi dari administrasi pendidikan dalam mengatasi masalah kelas sosial diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan materi atau kurikulum pelajaran yang memberikan pemahaman akan perbedaan budaya.
2. Menyiapkan kurikulum yang tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.
3. Menyiapkan materi yang berasaskan nilai moral untuk menanamkan sikap menghargai orang, budaya, agama dan keyakinan lain.
4. Pemerataan pendidikan multikultural untuk sekolah baik dari lembaga pendidikan pemerintah maupun swasta bahkan untuk sekolah-sekolah internasional yang mempunyai kurikulum sendiri yang mengacu pada kurikulum negara lain.
5. Pemerataan pendidikan multikultural bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa meliat status sosialnya.

Kesimpulan

Sistem pengelolaan pendidikan yang hendak dibangun harus mampu melihat dari keberagaman ras, etnik dan kelas sosial yang ada di masyarakat namun tidak menonjolkan satu kelas sosial yang akan berdampak pada diskriminasi terhadap beberapa golongan.

Namun harus mampu menaungi dari semua keberagaman yang ada dan agar mampu saling menghargai atas persamaan dan kesedarajatan hak yang dimiliki setiap manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s