Kekuasaan dan Kewenangan

Nama                   : Ridwan Nur Arifin
NIM                      : 1001969
Mata Kuliah          : Kekuasaan dan Kewenangan
Semester/Tahun  : 7 (enam)/2013/2014
Jenis Tugas          : Ujian Tengah Semester (Take Home Exam – Individu)

HATI-HATI PERILAKU COPY PASTE YANG TIDAK SESUAI DENGAN KAIDAH KEILMUAN DAPAT MEMPENGARUHI NILAI ANDA

 UJIAN TENGAH SEMESTER

1. Pengertian power dan authority oleh beberapa ahli dibedakan, berikan penjelasan dengan contoh konkret dalam sebuah organisasi?

a. Pengertian Kekuasaan

1. Menurut Ossip K. Flechtheim : “Kekuasaan sosial adalah keseluruhan dari kemampuan, hubungan – hubungan dan proses – proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain … untuk tujuan – tujuan yang ditetapkan pemegang kekuasaan.

2. Menurut Robert M. MacIver : “Kekuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia.

3. Menurut Max Weber kekuasaan itu dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor didalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.

Jadi kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

b. Pengertian Kewenangan

1. Menurut Louis A. Allen dalam bukunya, Management and Organization : Wewenang adalah jumlah kekuasaan (powers) dan hak (rights) yang didelegasikan pada suatu jabatan.

2. Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel dalam bukunya, The Principles of Management : Authority adalah suatu hak untuk memerintah / bertindak.

3. Menurut G. R. Terry : Wewenang adalah kekuasaan resmi dan kekuasaan pejabat untuk menyuruh pihak lain supaya bertindak dan taat kepada pihak yang memiliki wewenang itu.

Jadi kewenangan adalah dasar untuk melakukakan suatu tindakan, perbuatan dan melakukan kegiatan/aktivitas perusahaan. Wewenang merupakan hasil delegasi atau pelimpahan wewenang dari atasan ke bawahan dalam suatu organisasi.

c. Contoh Kekuasaan dan Kewenangan dalam Organisasi

Kekuasaan sangat melekat dengan adanya sebuah kewenangan, semua organisasi baik itu organisasi politik maupun organisasi pendidikan memiliki sifat kekuasaan dan kewenangan.

Contoh konkret dalam tataran organisasi pendidikan dapat terlihat dari pemilihan seorang Rektor di Perguruan Tinggi Negeri. Seorang Rektor dipilih oleh beberapa aspek yaitu banyaknya suara dan dukungan yang ia dapat dari intern kampus yaitu yang diwakilkan oleh Wali Amanat dan faktor luar kampus yaitu suara dukungan dari seorang Menteri Pendidikan Nasional. Jika seseorang ingin menjadi seorang Rektor di Perguruan Tinggi Negeri maka ia harus memiliki kekuasaan dan kewenangan yang sangat besar dalam mencari dukungan dari Wali Amanat. Namun power besar sekalipun yang dimiliki seorang calon Rektor di dalam sebuah Perguruan Tinggi Negeri tidaklah cukup untuk menjadi seorang Rektor karena suara lainnya ditentukan oleh suara dari seorang Menteri Pendidikan Nasional.

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan dan kewenangan seseorang sangat berpengaruh bagi kekuasaan dan kewenangan orang lain di kelompok yang berbeda. Pada hal ini adalah kekuasaan dan kewenangan seorang Menteri Pendidikan Nasional sangat berpengaruh terhadap pemilihan seorang Rektor di Perguruan Tinggi Negeri.

2. Basis kekuasaan yang dipergunakan oleh seseorang dalam berkuasa sangat beragam jenisnya seperti coercive (paksaan), information, reference, connection, kewibawaan, dll. Coba jelaskan masing-masing dan berikan contohnya!

1) Referent Power (kekuasaan rujukan) adalah kekuasaan yang timbul karena karisma, karakteristik individu, keteladanan atau kepribadian yang menarik.

Contoh : Kekuasaan rujukan dapat terlihat dari seorang Presiden Soekarno. Soekarno memiliki power dan kharisma yang sangat besar yang menjadikannya seseorang yang penting pada zaman kemerdekaan dulu. Kharisma seorang Soekarno dapat terlihat ketika ia berpidato, saat ia berpidato tidak ada rakyat Indonesia yang berani berbicara dan semua orang tunduk mendengarkan pidatonya yang sangat berapi-api dan membakar semangat kemerdekaan saat itu. Tak hanya didalam negeri kharisma seorang seorang Soekarno terlihat, hal ini terbukti dengan banyaknya jalan raya yang diabadikan menggunakan namanya seperti di negera Mesir. Beberapa Presiden Negara besar seperti Amerika, Rusia dan beberapa Negara Arab pun sangat menghormati kharisma dan kekuasaan serta kewenangan seorang Soekarno presiden pertama Indonesia.

2) Expert Power (kekuasaan kepakaran), yakni kekuasaan yang berdasarkan karena kepakaran dan kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu, sehingga menyebabkan sang bawahan patuh karena percaya bahwa pemimpin mempunyai pengalaman, pengetahuan dan kemahiran konseptual dan teknikal.

Contoh : Kekuasaan kepakaran dapat terlihat dari seorang dokter di sebuah rumah sakit. Seorang dokter dapat bekerja di rumah sakit memerlukan proses yang panjang yaitu dengan lamanya pendidikan yang ia tempuh di Perguruan Tinggi dan beberapa praktek lapangan yang telah ia lakukan, Seorang dokter bekerja tidak hanya sendiri namun dibantu oleh beberapa asisten dokter dan suster yang memiliki kemampuan yang berbeda dan dibawah kemampuan dokter ahlinya. Asisten dan suster yang membantu dokter tersebut sangat menghormati dan mematuhi perintah dokter tersebut karena ia meyakini bahwa dokter tersebut memiliki kemampuan dan ilmu yang lebih dibandingkan dirinya. Hal ini membuktikan bahwa keahlian, kemampuan dan keilmuan yang dimiliki seorang dokter ahli mampu membuat seorang asisten dokter dan suster menjadin patuh dan tunduk terhadap setiap perintah dokter tersebut.

3) Legitimate Power (kekuasaan sah), yakni kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin sebagai hasil dari posisinya dalam suatu organisasi atau lembaga.

Contoh : Kekuasaan sah dapat terlihat dari kekuasaan dan kewenangan seorang kepala sekolah di suatu sekolah. Jabatan sebagai kepala sekolah didapat oleh seseorang berdasarkan kemampuan dan usaha yang dilakukannya. Kepala sekolah merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah sekolah yang membawahi bawahan seperti guru dan tenaga kependidikan. Segala peraturan dan kewenangan yang dimiliki dan dikeluarkan oleh kepala sekolah menjadi suatu aturan yang harus dipatuhi tanpa terkecuali oleh semua pegawai di sekolah tersebut. Hal ini membuktikan bahwa jabatan seseorang disebuah organisasi mempengaruhi dan membuat patuh orang-orang yang bersentuhan dengan kebijakan dari orang yang memiliki jabatan tersebut.

4) Reward Power (kekuasaan penghargaan), adalah kekuasaan untuk memberi keuntungan positif atau penghargaan kepada yang dipimpin. Tipe kekuasaan ini memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang lain.

Contoh : Kekuasaan pernghargaan dapat terlihat dari sebuah kebijakan sertifikasi guru. Seorang guru yang telah tersertifikasi maka dapat memperbaiki kualitas ekonomi yang dimilikinya karena dengan didapatkannya sertifikasi tersebut maka gaji dan tunjangan yang dapatkannya akan meningkat dan bertambah. Kebijakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah adalah untuk meningkatkan kinerja dan produktifitas guru disekolah. Pemerintah mengharapkan dengan ditingkatkannya gaji dan tunjangan bagi guru yang tersertifikasi maka akan sebanding dengan produktifitas para guru dalam bekerja. Hal ini membuktikan bahwa penghargaan (sertifikasi) yang didapatkan oleh seorang guru dapat berakibat positif terhadap peningkatan kinerja seseorang dalam bekerja.

5) Coercive Power (kekuasaan paksa), yakni kekuasaan yang didasari karena kemampuan seorang pemimpin untuk memberi hukuman dan melakukan pengendalian. Yang dipimpin juga menyadari bahwa apabila dia tidak mematuhinya, akan ada efek negatif yang bisa timbul. Pemimpin yang bijak adalah yang bisa menggunakan kekuasaan ini dalam konotasi pendidikan dan arahan yang positif kepada anak buah. Bukan hanya karena rasa senang-tidak senang, ataupun faktor-faktor subyektif lainnya.

Contoh : Kekuasaan paksaan dapat terlihat dari contoh perilaku pengawasan yang dilakukan oleh seorang pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Pengawasan yang dilakukan meliputi beberapa aspek mulai dari kinerja hingga perilaku yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam memimpin sekolah dan perilaku guru dalam mengajar dikelas. Jika dalam aktivitas pengawasan itu terlihat hal yang negatif atau buruk yang dilakukan oleh pegawai disekolah maka laporan tersebut dapat mempengaruhi jabatan yang telah dimiliki dan berbagai hukuman mulai dari pengurangan hak gaji atau tunjangan, penurunan jabatan dan mutasi tempat kerja hingga pemecatan jabatan jika pelanggaran yang dilakukannya itu sangat berat dan melanggar hukum. Hal diatas menggambarkan jika hukuman dari suatu kebijakan akan memaksa seseorang untuk tunduk dan patuh terhadap peraturan dan memaksa pegawai tersebut agar tidak melakukan hal yang negatif dan melanggar hukum serta agar meningkatkan produktifitasnya dalam bekerja.

6) Information Power (kekuasaan informasi), yaitu kekuasaan yang diperoleh seseorang dengan memegang informasi penting yang dimiliki oleh orang yang kita kuasai.

Contoh : Tak dapat dipungkiri jika sebuah informasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan organisasi. Apalagi informasi itu dapat memperkuat kekuasaan seseorang disuatu organisasi atau kelompok. Sebuah informasi dapat memperkuat kekuasaan dapat digambarkan ketika seseorang yang memiliki jabatan di sebuah organisasi dan ia mengetahui rivalnya melakukan suatu kesalahan atau tindakan hukum dan dapat dijerat hukuman jika diketahui oleh orang lain, maka informasi penting tersebut dapat kita gunakan untuk menjinakkan kekuasaan rival kita di organisasi atau kelompok lain. Contoh lain dari kekuasaan informasi adalah seorang gubernur yang memiliki kekuasaan dan kewenangan sangat besar di suatu provinsi bisa terjatuh dari kursi jabatannya jika seseorang atau lembaga seperti KPK memiliki informasi atau berkas bukti korupsi Gubernur tersebut. Hal diatas menggambarkan bahwa informasi menjadi hal yang penting dalam penentu kekuasaan dan kewenangan seseorang disuatu lembaga atau organisasi.

7) Connection Power (kekuasaan hubungan), yaitu kekuasaan yang diperoleh seseorang berdasarkan hubungan kekerabatan atau relasi.

Contoh : Dalam menjaga jabatan yang dimilikinya seorang pemimpin pemerintahan misalnya Gubernur akan memilih bawahannya seperti sekretaris, kepala dinas, kepala kasi dan pemimpin di beberapa kantornya berdasarkan hubungan kekerabatan baik itu hubungan keluarga, kolegial dan hubungan politik yang tentunya satu tujuan dan tidak akan bersikap kontra atau oposisi terhadap Gubernur tersebut. Hal ini dilakukan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur tersebut akan disetujui dan hal ini dilakukan guna menjaga jabatannya di Pemerintahan tersebut agar bertahan lebih lama karena dengan banyaknya orang-orang yang kontra dan oposisi maka akan menghambat dan dapat berpengaruh negatif terhadap keberadaan pemimpin di sebuah organisasi pemerintahan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa hubungan keluarga, kolegial dan hubungan politik dapat mempengaruhi seseorang dalam memperoleh jabatan disuatu organisasi.

3. Kekuasaan yang berhasil akan terlihat dari kepatuhan yang diperlihatkan oleh seseorang atau kelompok, dalam terminologi kebudayaan kepatuhan itu sangat abstrak. Coba anda jelaskan kekuasaan dan kepatuhan dalam terminologi budaya?

Dari bagan disamping mengambarkan adanya jenjang atau kasta yang berlaku di masyakarat. Level tertinggi yaitu pada seorang Raja. Di beberapa daerah seperti D.I. Yogyakarta kekuasaan dan kewenangan seorang Raja sangat penting dan dihormati.

Perkataan Raja harus dipatuhi oleh semua orang yang ada di lingkungan tersebut tanpa terkecuali, bisa dibilang perkataan Raja adalah hal yang mutlak dan perintah kedua setelah perintah dari Tuhan. Namun di beberapa daerah yang tidak menganut sistem pemerintahan kerajaan perkataan seorang Raja atau Gubernur terkadang tidak dipatuhi dan bahkan dilanggar.

Contoh lainnya adalah di beberapa Negara yang masih menganut sistem kasta seperti Negara India bahwa seorang Presiden memiliki kapasitas yang sama dengan seorang Raja yaitu kekuasaan dan kewenangan yang tinggi dibandingan jabatan pemerintahan lainnya. Setelah Presiden maka masuk ke sistem kasta lainnya seperti pemuka agama budha dan hindu yang memiliki kekuasaan dan kewenangan yang tinggi dibandingkan profesi seperti dokter, pengacara, petani dan begitu selanjutnya hingga buruh yang berada di kasta atau level terbawah.

Kesimpulannya adalah bahwa kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta manusia dalam masyarakat. Dalam hal ini adalah pola pikir manusia di lingkungan masyarakat tertentu dalam mematuhi aturan yang telah dibuat oleh pemimpinnya, jika ia tidak mematuhi maka ia akan merasa berdosa dan takut akan mendapatkan hukuman. Hal ini membuktikan bahwa kebudayaan di setiap daerah mempengaruhi kepatuhan seseorang terhadap kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki oleh seseorang dalam jabatan tertentu.

4. Peran penyeimbang (shockbleker) kadang dibutuhkan seseorang dalam menjalankan kekuasaannya, coba anda jelaskan kenapa hal itu dibutuhkan?

Peran penyeimbang (shockbleker) diperlukan dalam menjalankan kekuasaan dan kewenangan seseorang dalam sebuah organisasi atau kelompok. Peran penyeimbang disini dapat diartikan sebagai katalisator yaitu yang mampu membantu mempercepat dan membangun kekuasaan dan mampu memperlambat atau menghentikan kekuasaan.

Contoh penyeimbang (shockbleker) dapat tergambar dari seseorang pimpinan di dalam sebuah perusahaan dalam membangun dan menjalankan kekuasaannya sering memilih seseorang yang ahli dalam bidangnya dan mampu mengendalikan emosinya seperti memilih sekretaris yang handal dan cekatan dan memilih wakil manager atau staf yang mampu memberikan masukan positif terhadap pembangunan perusahaan dan mampu mengambil langkah-langkah strategis ketika perusahaan tersebut sedang dalam masalah.

Sama halnya dengan seorang Presiden yang memilih wakilnya yang berharap mampu menyeimbangkan kepribadian dan wataknya dalam bertindak dan berkuasa seperti Wakil Presiden Moh. Hatta yang sabar, kalem dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan yang bersanding dengan seorang Presiden Soekarno yang penuh semangat, berapi-api dan cepat dalam mengambil tindakan dan terkadang tergesa-gesa.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku dan Karya Tulis Ilmiah

Budiarjo, Miriam, 2003. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Engkoswara. 2010, Administrasi Pendidikan. Bandung. Alfabeta

Miftah Thoha, Perilaku Organisasi, Rosdakarya: Bandung. 1996

Muhammad, A. (2009). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

B. Internet

Aditya, Riza. Konsep dan Tipe Kekuasaan. [online]. Tersedia di : http://rizaaditya.com/konsep-dan-tipe-kekuasaan.html. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

Ria. Kekuasaan Menurut French and Raven. [online]. Tersedia di : http://riapunya.blogspot.com/. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

Zelthauzallam, Dedet. Definisi Kewenangan. [online]. Tersedia di : http://dedetzelth.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-kewenangan-pemerintahan.html. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

____. Pengertian Kekuasaan. [online]. Tersedia di : http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

____. Definisi Kekuasaan. [online]. Tersedia di : http://appehutauruk.blogspot.com/2012/11/pengertian-kekuasaan.html. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

____. Pengertian Kewenangan. [online]. Tersedia di : http://www.negarahukum.com/hukum/pengertian-kewenangan.html. Diakses pada senin, 28 oktober 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: