Cerita Hantu

Cerita Hantu – Sedikit Kisah Mengenai Bosscha

Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman main ke Bosscha di Lembang. Tempat yang indah dan unik. Saat disana teman saya yang punya sixsence bilang

“Ehh, itu lihat deh ada meneer Belanda!”. Kami semua kaget karena tidak seorang pun dari kami yang melihat orang asing/bule dan hanya orang lokal semua yang ada disana

Dia bilang lagi kepada kami “Kayaknya saya pernah ketemu dia juga deh di Malabar. Ohyaa saya baru ingat dan tahu kisah meneer itu dari Ibu Suminta. Kamu ingin mendengar kisahku saat bertemu dengan Ibu Suminta?. Ini ceritaku saat bertemu dengannya saat itu!”

Ibu Suminta “tinggal” di perkebunan teh Malabar. Ia seorang pemetik teh yang baik dan ia kenal betul dengan meneer itu.

Ia berkata Meneer itu bernama Juragan Bosscha. Ia sering berkeliling di kebun teh Malabar dan duduk membaca koran di kursi kayu (menunjuk ke arah monumen putih)

“Bosscha tinggal di Malabar dari dulu hingga sekarang. Ia cinta kebun ini dan ia adalah orang yang baik dan suka membantu saya dan keluarga”

“Saya masih ingat betul ketika ia sakit tetanus dan ia pun pergi untuk selamanya meninggalkan kami para pekerja teh yang ada disini. Kami sangat mencintai juragan Bosscha”

“Juragan dulu bikin sekolah untuk anak-anak petani seperti kami. Sekarang pun masih banyak anak-anak yang sekolah disana saat pagi hingga siang hari. Dan anak-anak kecil yang tinggal di kebun ini terkadang masih sering bermain dan belajar di sekolah tua itu ketika malam hari”

“Itulah sebabnya kenapa kalian para manusia sering mendengar suara gaduh yang terdengar ketika malam hari, suara gaduh itu berasal dari anak-anak kecil yang bermain di gedung sekolah itu. Itu adalah sekolah mereka dulu saat zaman kolonial Belanda”

“Juragan pun dulu pernah membantu untuk membuat sekolah teknik yang sekarang masih ada di Kota Bandung dan dekat dengan Kebun Binatang. Tapi anak saya ma tidak sekolah disana karena tidak boleh oleh Pemerintah Belanda saat itu karena kami hanya golongan buruh dan petani dan biayanya pun sangat mahal”

“Juragan Bosscha dulu pernah bilang sama warga disini katanya mau bikin alat untuk melihat bintang yang ada dilangit tapi dibangunnya bukan di Malabar sini. Katanya sih mau dibangun di daerah kebun atas sana!”

“Saya dan warga disini pun juga sedih karena juragan tidak bisa melihat tempat peneropongan bintang itu karena sudah keburu meninggal. Tapi terkadang ia suka mampir kesana sekali-kali”

Teman saya nanya ke Ibu Suminta “Kalo itu makamnya bukan bu yang berwarna putih dan banyak tiangnya?”

“Iyaa betul itu makamnya yang warna putih dan banyak tiang. Diatas bangunan itu dibuat bentuk mirip topi yang suka ia pakai jika ingin pergi ke kebun..”

“Sep (sapaan terhadap anak laki-laki dalam bahasa sunda), sudah dulu yaa, juragan Bosscha sudah memanggil saya nih!”

Sebelum ia berpisah dengan Ibu Suminta. Ibu berpesan agar mencintai tanah yang kita pijak. Orang Walanda (Sebutan orang sunda untuk warga Belanda) saja cinta tanah ini masa kita tidak mencintainya sama sekali?

Orang priangan (warga yang menetap di sunda jawa barat) sekarang sudah pintar lebih dari petani seperti saya yang tidak bersekolah. Harusnya bisa lebih maju dari juragan Bosscha dulu.

Kami dan juragan Bosscha masih tinggal disini dan kami cinta tanah hijau ini. Kamu juga harus merawat dan memajukan tanah ini seperti kami dan juragan Bosscha yaa!

@ridwanderful

Suka sama cerita di blog ini? Beli juga yuk kaka novelnya! (Self publishing, ga ada di toko buku dan hanya via online. Buku akan dikirim langsung kerumah)

Link pemesanan klik disini : http://nulisbuku.com/books/view_book/6460/lintasan Novel LINTASAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s